Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Air Sedunia, atau World Water Day, diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Maret di berbagai belahan dunia. Air berperan sebagai penting dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan. Namun, tantangan besar seperti pencemaran air, khususnya kontaminasi plastik di perairan, semakin mengancam keberlanjutan ekosistem.
Kontaminasi mikroplastik di perairan tidak hanya menjadi isu lingkungan nasional, tetapi juga global. Indonesia menempati posisi kedua setelah Tiongkok sebagai negara dengan tingkat kontaminasi mikroplastik tertinggi.
Guru Besar IPB University dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Prof Etty Riani mengungkapkan hampir seluruh perairan di Indonesia sudah terkontaminasi mikroplastik, bahkan nanoplastik.
"Dari hasil penelitian-penelitian yang kami lakukan, hampir seluruh perairan di Indonesia sudah terkontaminasi mikroplastik, bahkan nanoplastik. Wilayah pesisir dengan kepadatan penduduk tinggi, seperti Teluk Jakarta, memiliki tingkat kontaminasi yang lebih tinggi," jelasnya.
MI/HO--Guru Besar IPB University dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Prof Etty RianiMikroplastik terbentuk dari degradasi produk sehari-hari seperti pakaian, kemasan makanan dan minuman, perabotan rumah, serta kantong plastik, bahkan juga dari produk perawatan.
Seiring waktu, sampah-sampah plastik ini terdegradasi atau terurai menjadi partikel-partikel kecil hingga menjadi mikroplastik dan selanjutnya menjadi nanoplastik.
Sayangnya, lanjut Prof Etty, saat terurai tersebut bahan-bahan aditif yang umumnya merupakan bahan berbahaya dan beracun bagi manusia, juga dapat terlepas ke lingkungan. Hal itu akan membahayakan lingkungan dan biota yang habitatnya di lingkungan tersebut, bahkan melalui proses makan memakan dan pada akhirnya akan sampai ke manusia.
Di lain pihak, mikroplastik juga dapat menjadi inang antara dari bahan berbahaya dan beracun yang terdapat di lingkungan untuk masuk ke dalam tubuh makhluk hidup, termasuk manusia, sehingga keberadaannya akan membahayakan.
Perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan turut memperparah kontaminasi ini. Sungai yang bermuara ke laut menjadi sarana pembuangan sampah plastik. Karena bobotnya yang ringan, sampah plastik mudah terbawa angin dan arus laut, mempercepat penyebaran kontaminasi di perairan dan di udara (atmosfer).
Prof Etty menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut tentang mikroplastik dengan dukungan laboratorium dan peralatan berstandar tinggi, karena peralatan yang alakadarnya akan mengakibatkan kesalahan fatal.
"Data yang akurat diperlukan untuk memahami tingkat kontaminasi ini," ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kontaminasi mikroplastik belum bisa disebut sebagai pencemaran.
"Pencemaran harus keluar atau tidak memenuhi standar baku mutu, sedangkan Indonesia, bahkan semua negara maju yang ada di dunia, belum memiliki baku mutu untuk pencemaran mikroplastik di perairan ataupun di media lainnya," jelasnya.
Ia mengungkap, baku mutu yang ada saat ini (di luar mikroplastik) di Indonesia juga diadopsi dari negara lain. Untuk menetapkan baku mutu sendiri, diperlukan pengujian toksikologi yang panjang, termasuk uji pada biota (sesuai baku mutu tempat hidupnya, misalnya baku mutu perairan laut, baku mutu perairan darat, dsb) yang sensitif terhadap bahan pencemar yang akan diuji, dan diujikan pada beberapa fase hidupnya.
"Mengingat sampai saat ini belum ada satu negarapun yang memiliki baku mutu untuk mikro dan atau nano plastik, maka kita bisa menyebutnya sebagai kontaminasi saja, bukan pencemaran," tegasnya. (Z-1)
Gelombang tinggi 2,5-4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan di Laut Natuna Utara, Samudera Hindia Barat Aceh hingga Lampung, Samudera Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia berhadapan dengan banyak masalah dengan negara-negara lain. Ini secuplik masalah yang dihadapi.
Deklarasi Djuanda menegaskan seluruh perairan di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau adalah bagian dari wilayah Indonesia.
Hari Nusantara merupakan perayaan nasional yang berakar dari Deklarasi Djuanda tahun 1957. Deklarasi ini menegaskan perairan yang menghubungkan pulau-pulau bagian integral Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus waspada terhadap dinamika konflik global yang kian memanas.
DPR menyebut paparan mikroplastik dan timbal pada anak Indonesia sudah darurat, bahkan terjadi sejak dalam kandungan dan berisiko mengganggu tumbuh kembang.
IDAI mengimbau orang tua waspada terhadap bahaya mikroplastik pada mainan anak dan menyarankan penggunaan bahan alami seperti kayu dan tanah liat.
Marcella Zalianty dorong perluasan skrining jantung anak berkebutuhan khusus. IDAI juga ingatkan bahaya mikroplastik pada bayi sejak dalam kandungan.
IDAI memperingatkan bahwa anak-anak lebih rentan terpapar mikroplastik dan logam berat yang berdampak pada penurunan IQ hingga gangguan organ.
IDAI menyarankan orang tua beralih ke mainan berbahan kayu atau tanah liat guna menghindari risiko paparan mikroplastik dari bahan plastik berbahaya.
IDAI memperingatkan kerentanan anak terhadap mikroplastik dan timbal yang dapat memicu gangguan saraf hingga penurunan IQ. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved