Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KITA semua sudah familiar dengan risiko radiasi ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan kulit terbakar, bahkan meningkatkan kemungkinan kanker kulit. Namun, apakah Anda tahu bahwa mata juga bisa mengalami hal serupa akibat sinar matahari?
“Fotokeratitis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan mata yang terbakar sinar matahari. Kondisi ini terjadi ketika paparan sinar matahari yang intens berlangsung selama beberapa jam, merusak lapisan luar sel pada kornea," ungkap Dokter mata John A. Moran Eye Center, Nishika M. Reddy, MD.
Selain rasa sakit yang ditimbulkan, gejala ini juga bisa disertai dengan pembengkakan pada mata, peningkatan produksi air mata, dan penglihatan yang kabur.
“Mata Anda akan menjadi sangat sensitif terhadap cahaya, jadi penting untuk segera menemui dokter mata jika Anda mengalami gejala-gejala ini setelah terpapar sinar matahari," kata dia.
Jika terjadi infeksi, kornea bisa meninggalkan bekas luka dan menjadi buram, yang berpotensi memengaruhi penglihatan secara permanen.
Namun, jika terhindar dari infeksi, fotokeratitis umumnya akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Sayangnya, paparan sinar matahari yang berlebihan tanpa perlindungan dapat mempercepat perkembangan katarak, yaitu pengaburan lensa mata alami, serta meningkatkan risiko kanker pada mata atau kelopak mata.
Tak hanya itu, pertumbuhan pada lapisan luar mata, seperti pterigium, bisa muncul sejak usia remaja atau saat berusia 20-an.
Mereka yang berisiko lebih tinggi adalah pemain ski, pemancing, petani, dan orang-orang yang menghabiskan waktu lama di bawah sinar matahari, terutama di dekat sungai, laut, atau pegunungan.
Dengan langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat melindungi mata dari risiko yang ditimbulkan oleh paparan sinar UV. (Healthcare/Z-10)
Dokter spesialis mata dr. Florence Meilani Manurung menjelaskan katarak juvenil pada usia muda, faktor pemicu, hingga target operasi katarak nasional.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik memperingatkan bahaya penggunaan obat tetes mata steroid tanpa resep yang dapat memicu katarak dan glaukoma.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menyarankan penggunaan kacamata pelindung UV untuk mencegah katarak. Simak tips memilih kacamata yang tepat di sini.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menjelaskan mengapa katarak sering tidak disadari dan apa saja gejala awal yang perlu diwaspadai.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menegaskan operasi adalah satu-satunya jalan sembuhkan katarak. Simak fakta, mitos, dan faktor risikonya di sini.
Kenali penyebab buta warna atau discromatopsia, faktor keturunan melalui kromosom X, serta metode deteksi menggunakan Buku Ishihara menurut pakar IPB.
Radiasi matahari yang mengenai kulit selama bertahun-tahun dapat memicu photoaging atau penuaan dini, bahkan meningkatkan risiko kanker kulit.
Studi terbaru mengungkap mikroplastik melepaskan ribuan bahan kimia berbahaya ke air akibat paparan sinar matahari. Simak risiko bagi ekosistem dan air minum.
Sinar matahari merupakan sumber energi alami utama bagi kehidupan di bumi dan sangat penting bagi kesehatan manusia bila dinikmati dengan porsi tepat.
Sseorang yang terbiasa terpapar sinar matahari aktif umumnya memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular (CVD) dan kematian nonkanker/non-CVD.
Cancer Council merekomendasikan agar perlindungan kulit bayi dan anak-anak lebih difokuskan pada penghalang fisik seperti kain pembungkus, pakaian, topi, serta penggunaan area teduh.
Keuntungan dari sinar matahari di pagi hari bukan hanya untuk bayi, tetapi juga untuk anak-anak, orang dewasa, hingga orang lanjut usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved