Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLA makan dapat berperan penting dalam perkembangan kanker usus besar. Pasalnya, terdapat beberapa makanan yang menyebabkan peradangan pada usus besar sehingga meningkatkan risiko kanker.
Dikutip dari Ciputra Hospital, kanker usus besar adalah jenis kanker ganas yang terjadi dan berkembang di usus.
Kanker usus biasanya menyerang orang dewasa yang lebih tua. Namun, dapat juga terjadi pada segala usia.
Baca juga : Daftar 10 Makanan Pemicu Kanker dalam Jangka Panjang, Hindari Ya Bun!
Makanan dan minuman tertentu dipercaya bisa menjadi salah satu faktor penyebab seseorang mengalami kanker usus besar.
Menurut penelitian, pola makan yang sehat bergizi dapat mengurangi risiko kanker usus besar.
Karenanya, Anda perlu mengetahui apa saja makanan apa saja yang harus dihindari untuk mencegah picunya kanker usus besar yang perlu diwaspadai.
Baca juga : Guru Besar Esa Unggul Bicara Tentang Hari Kanker Dunia 2023
Lantas, makanan apa sajakah itu? Dilansir dari Today dan beberapa sumber lainnya, berikut ini beberapa makanan yang harus dihindari untuk mengurangi risiko kanker usus besar.
Sejumlah penelitian telah mengaitkan konsumsi daging merah dan daging olahan dengan kanker usus besar, dan sebuah penelitian baru dari Klinik Cleveland memperkuat kaitan tersebut.
Ditemukan bahwa metabolit (zat yang diproduksi tubuh saat memecah makanan) dari jenis daging ini, serta perubahan mikrobioma setelah memakannya, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar di bawah usia 60 tahun.
Baca juga : Waspada, Sembelit Ternyata Bisa Sebabkan Kanker Usus
Pasien yang lebih muda yang mengonsumsi banyak daging merah dan daging olahan merah memiliki kadar metabolit berbahaya yang lebih tinggi di dalam usus yang sering terlihat pada pasien yang lebih tua.
Penelitian sebelumnya juga telah mengaitkan perubahan mikrobioma akibat pola makan ala Barat (banyak daging merah dan daging olahan) dengan peningkatan risiko kanker usus besar.
Hal ini mungkin sebagian disebabkan oleh kerusakan pada penghalang usus dan pertumbuhan pada lapisan usus yang mungkin terjadi akibat konsumsi berlebihan.
Baca juga : Ayo Kenali Faktor Risiko Kanker Usus Besar
Studi Klinik Cleveland mengidentifikasi konsumsi minuman manis bergula sebagai faktor risiko kanker usus besar, dan studi lain mengonfirmasi hubungan ini.
Sebuah studi tahun 2020 dalam jurnal Gut menganalisis 96.000 wanita dan menemukan bahwa wanita yang minum dua atau lebih minuman manis bergula sehari memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker usus besar dini dibandingkan dengan wanita yang minum dua atau kurang per hari.
Setiap minuman 8 ons per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 16%.
Makanan yang mengandung gula sederhana seperti permen, makanan penutup, dan permen hanya memberikan sedikit nutrisi dan dapat menggantikan makanan yang lebih bergizi seperti buah, sayur, dan daging tanpa lemak.
Mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi juga berkontribusi terhadap obesitas yang merupakan faktor risiko signifikan untuk kanker usus besar.
Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa mengonsumsi makanan ultraproses meningkatkan risiko berkembangnya prekursor kanker usus besar, seperti polip, tumor, dan lesi. Contoh makanan ultraproses meliputi:
Menurut sebuah studi tahun 2023, semakin banyak Anda minum, semakin besar peluang Anda terkena kanker usus besar.
Ditemukan bahwa minum satu hingga dua, tiga hingga empat, atau lebih dari lima minuman seminggu meningkatkan risiko kanker usus besar masing-masing sebesar 7%, 14%, dan 27% dibandingkan dengan mereka yang tidak minum.
Makanan yang digoreng dan cepat saji dapat memperburuk gejala kanker usus besar dan memperburuk efek samping seperti mual, muntah, dan diare yang terkait dengan kemoterapi. Makanan berlemak tinggi ini sulit dicerna dan dapat bertahan lama di perut sehingga meningkatkan risiko refluks asam yang menyakitkan. (Z-10)
KONSUMSI alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang diketahui meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.
KANKER merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia.
Kepastian diagnosis adalah kunci keberhasilan terapi kanker. Mayapada Hospital hadirkan PET-CT dan SPECT-CT untuk hasil diagnosis yang akurat dan presisi.
Lonjakan kanker HPV pada pria mencapai 46% menurut CDC 2026. Kanker tenggorokan jadi ancaman utama, vaksin terbukti turunkan risiko hingga 50%.
Konser amal Greatest Love of All sukses digelar di TIM, mengumpulkan dana Rp60 juta untuk perluasan Rumah Singgah Lions bagi anak pejuang kanker.
Tiga bahan alami yang mudah ditemukan di Indonesia, yakni kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam, berhasil dikombinasikan oleh peneliti BRIN menjadi formula kandidat antikanker.
PPIH Arab Saudi pastikan konsumsi jemaah haji 2026 sesuai standar gizi lewat meal test harian, dengan peningkatan porsi dan imbauan batas waktu makan yang ketat.
PEMERINTAH mewajibkan seluruh produk pada kategori tertentu yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal paling lambat 17 Oktober 2026.
Brain fog merupakan gambaran umum dari penurunan kemampuan kognitif yang kerap dipicu oleh stres, perubahan hormon, hingga efek pascainfeksi.
Masyarakat cenderung merasa tidak enak hati jika makanan yang disajikan untuk tamu habis di tengah acara. Akibatnya, porsi makanan sengaja dilebihkan secara masif.
Makanan yang mudah dicerna tidak hanya bermanfaat saat sakit, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sehari-hari.
Pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved