Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis mata dr. Salmarezka Dewiputri SpM(K) dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta menjelaskan gejala dan penanganan yang tepat bagi pasien dengan penglihatan ganda atau dalam istilah medis disebut dengan diplopia.
"Diplopia adalah kondisi di mana seseorang melihat dua gambar dari satu objek,"kata Salma dalam gelaran wicara daring di Jakarta, Rabu (28/8).
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menambahkan, "Kondisi diplopia atau penglihatan ganda ada dua jenis, pertama adalah diplopia
monokular atau terjadi pada satu mata, dan kedua adalah diplopia binokular atau terjadi pada dua mata."
Diplopia monokular merupakan penglihatan ganda yang terjadi pada satu mata. Kondisi ini terjadi ketika adanya gangguan pada kornea dan lensa mata, misalnya katarak, mata kering, hingga astigmatisme (gangguan penglihatan akibat kelainan pada kelengkungan kornea atau lensa mata).
Sementara diplopia binokular ialah penglihatan ganda yang terjadi pada kedua mata. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada otot, saraf, dan otak.
"Pasien perlu mengetahui apakah ini (diplopia) terjadi pada satu mata atau dua mata, hal ini harus diperiksa terkait gejalanya apakah
berbahaya atau tidak,"kata Salma.
Menurutnya, pasien diplopia akan mengalami gejala berbeda sesuai dengan jenisnya. Pada pasien diplopia monokular, pasien dapat melihat normal padasatu mata, sedangkan satu mata lainnya melihat satu objek menjadi dua.
Jika pasien menutup mata yang terkena diplopia, pasien dapat melihat jelas. Namun, jika pasien menutup mata yang normal, penglihatan ganda akan muncul.
"Gejalanya biasanya sulit fokus karena penglihatan berbayang atau tidak jelas, kemudian karena penglihatan gandanya terjadi terus-menerus
biasanya disertai sakit kepala, bisa juga disertai gejala lain seperti kehilangan keseimbangan dan tegang pada area mata,"kata dokter yang
juga menjadi dokter pendidik klinis di program studi ilmu kesehatan mata FKUI itu.
Sementara pada diplopia binokular, kedua mata pasien akan melihat satu objek menjadi dua. Namun, jika salah satu mata ditutup, baik pada mata kiri maupun kanan, mata yang terbuka dapat melihat dengan normal.
"Diplopia monokular sebenarnya terjadi karena media retraksi, seperti kaca mata yang silinder astigmat, kadang-kadang kalau tidak
terkoreksi bisa menyebabkan diplopia atau penglihatan ganda,"kata dia.
Kondisi di atas pada pasien diplopia monokular cenderung tidak berbahaya karena dapat diatasi dengan penggantian kaca mata atau operasi bagi pasien katarak.
Sebaliknya, pasien dengan diplopia binokular cenderung berbahaya karena dapat disebabkan oleh faktor risiko penyakit lain. Misalnya diabetes, mata juling yang terjadi saat dewasa, hingga peradangan di otot atau lemak mata.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar pasien segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami penglihatan ganda atau sulit melihat dengan jelas
secara tiba-tiba. Terlebih, jika pasien mengalami penglihatan ganda yang disertai gejala lainnya, seperti sakit kepala hebat dan sakit pada area
mata. (Ant/H-3)
Dokter spesialis mata dr. Florence Meilani Manurung menjelaskan katarak juvenil pada usia muda, faktor pemicu, hingga target operasi katarak nasional.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik memperingatkan bahaya penggunaan obat tetes mata steroid tanpa resep yang dapat memicu katarak dan glaukoma.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menyarankan penggunaan kacamata pelindung UV untuk mencegah katarak. Simak tips memilih kacamata yang tepat di sini.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menjelaskan mengapa katarak sering tidak disadari dan apa saja gejala awal yang perlu diwaspadai.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menegaskan operasi adalah satu-satunya jalan sembuhkan katarak. Simak fakta, mitos, dan faktor risikonya di sini.
Kenali penyebab buta warna atau discromatopsia, faktor keturunan melalui kromosom X, serta metode deteksi menggunakan Buku Ishihara menurut pakar IPB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved