Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM kemarau yang sedang kita alami tidak hanya mengindikasikan perubahan cuaca, tetapi juga membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan keluarga. Terutama bagi lansia, pasien penyakit kronis, anak balita, dan mereka yang jarang keluar rumah.
Suhu yang meningkat dan udara yang kering lalu tubuh terpapar sinar matahari terik dan polusi udara berlebihan kemudian kekurangan cairan maka jika terjadi berulang dapat memengaruhi kondisi kesehatan dan menimbulkan berbagai penyakit.
Head of Department Underwriting Sequis Fridolin Seto Pandu mengingatkan untuk waspada terhadap tanda-tanda dehidrasi, heat stroke, atau penyakit lain yang cenderung meningkat selama musim kemarau.
Baca juga : Mengamankan Kondisi Mental di Musim Korona
"Penting bagi setiap keluarga untuk melakukan langkah preventif agar tetap sehat selama musim kemarau dan jika Anda atau anggota keluarga ternyata terserang penyakit akibat cuaca panas seperti dehidrasi, heatstroke, dan iritasi kulit. Perhatikan tanda-tandanya, seperti merasa pusing, lemas, demam tinggi, atau kulit kering maka segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai," sebut Fridolin
Berikut ini adalah sejumlah tips kesehatan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran sepanjang musim kemarau dan menjadikan keselamatan dan kesehatan keluarga sebagai prioritas utama.
Jaga tubuh tetap terhidrasi
Baca juga : Ini Tips Agar Kualitas Tulang Anda Tetap Baik di Atas Usia 35 Tahun
Cara menjaga tubuh agar tetap terhidrasi adalah dengan cukup minum air putih minimal 8 gelas sehari. Kurangi beraktivitas di luar ruangan saat siang hari.
Jika Anda harus keluar ruangan maka gunakan perlindungan dari sinar matahari seperti topi, payung, dan tabir surya minimal SPF 30 atau lebih tinggi.
Jaga daya tahan tubuh
Baca juga : 5 Tips agar Cepat Tidur, Efektif untuk Hilangkan Insomnia
Menjaga daya tahan tubuh dapat dimulai dari memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Idealnya untuk menjaga daya tahan tubuh, haruslah mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin dan mineral agar imun mampu melawan penyakit dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Lagipula saat cuaca panas ekstrim, suhu tubuh dapat meningkat sehingga asupan sangat penting untuk dijaga. Hindari makanan pedas dan banyak gorengan karena memicu panas dalam dan radang tenggorokan.
Hindari juga minuman beralkohol karena dapat memicu buang air kecil berlebih dan berkeringat yang menyebabkan dehidrasi. Jangan lupa untuk menjaga pola tidur minimal 7 - 8 jam sehari.
Baca juga : Ini Tips Menjaga Kesehatan Anda di Musim Pancaroba
Waspada paparan debu dan polusi udara
Saat udara kering, banyak debu berterbangan yang dapat terhirup oleh kita. Untuk itu gunakan masker saat bepergian untuk mengurangi paparan debu dan asap kendaraan.
Apalagi jika Anda mengendarai motor, kendaraan umum, dan berjalan kaki. Debu, kotoran, dan asap juga dapat menjadi penyebab sakit mata, seperti mata merah, gatal, dan panas bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
Fridolin pun menyarankan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan di sekitar dengan tidak membakar sampah dan membersihkan perabot dan sekitar dari debu yang menempel karena debu dan polusi udara dapat memengaruhi kesehatan pernapasan, seperti terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Vaksin influenza
Anda dapat mengurangi risiko terkena flu atau meminimalkan risiko munculnya gejala berat hingga komplikasi flu dengan melakukan vaksin influenza.
Dengan melakukan vaksin influenza bukan saja kita melindungi diri kita, tetapi juga orang -orang di sekitar kita. Terutama mereka yang rentan sakit karena paparan virus influenza
Miliki asuransi kesehatan
Data pembayaran klaim dari Sequis menunjukkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) cukup tinggi. Adapun sampai dengan Juli 2024, klaim kesehatan yang dibayarkan Sequis untuk kedua penyakit ini sebesar Rp4,97 miliar untuk 414 kasus penyakit ISPA dan Rp738,78 juta untuk 90 kasus penyakit PPOK. (Z-1)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Devi Yanti membagikan panduan memilih tempat penitipan anak (daycare) yang aman, legal, dan transparan guna mencegah kekerasan pada anak.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin menyarankan jamaah haji gunakan SPF 50-80 untuk proteksi maksimal di cuaca ekstrem Tanah Suci. Simak tips lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved