Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud-Ristek, Temu Ismail mengatakan bahwa sejauh ini, sudah ada sekitar 7 ribu guru honorer yang mendapatkan pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan mendapatkan penempatan.
“Terkait dengan data pengangkatan dan penempatan (PPPK) ada di BKN (Badan Kepegawaian Negara). Kami dapat informasi per 3 Juni 2024 sudah 7 ribu lebih diterbitkan SK oleh pemerintah daerah, yang sisanya dalam proses,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (26/6).
Perlu diketahui, pemerintah menargetkan pada akhir 2024 akan menuntaskan 1 juta guru PPPK. Adapun pada Februari 2024 lalu jumlah guru PPPK yang sudah mendapat penempatan mencapai 774 ribu.
Baca juga : DPR: Rencana Pembatalan Penghapusan Tenaga Honorer Jangan Hanya Angin Surga
Dengan penambahan 7 ribu guru PPPK yang dikatakan sudah mendapatkan penempatan, berarti sejauh ini sudah ada sekitar 781 ribu guru PPPK yang mendapatkan penempatan.
Itu berarti selama 6 bulan ke depan sampai akhir 2024, pemerintah harus menuntaskan 229 ribu guru PPPK untuk mendapatkan pengangkatan dan penempatan.
Temu Ismail sendiri menyatakan bahwa sejauh ini proses penempatan guru PPPK masih berjalan sesuai target. Namun demikian, pemerintah daerah (pemda) dikatakan harus lebih proaktif.
Baca juga : DAU Bakal Disandera, Komisi X Minta Pemerintah Segera Siapkan Payung Hukum
“Masih (sesuai target). Tetapi memang dari pemerintah daerah sesuai kewenangan yang harusnya segera memberikan SK dan menempatkan (guru PPPK),” kata Temu Ismail.
Dia juga menegaskan bahwa sesuai usulan formasi guru PPK di 2024 akan diangkat dan mendapatkan penempatan sebanyak 419 ribu lebih. Hal ini juga dikatakan sudah ditetapkan oleh Menpan-RB.
“Tetapi data sementara usulan dari pemerintah daerah saat rakor beberapa waktu yang lalu baru 170 ribu lebih (yang terealisasi),” tuturnya.
Baca juga : Daerah Takut Ajukan Formasi PPPK Guru, DPR Minta Pemerintah Selesaikan Internal
Secara terpisah, Panitia Kerja (Panja) Biaya Pendidikan Komisi X DPR RI dalam kunjungan kerja ke Provinsi Lampung melihat bahwa salah satu yang menjadi keluhan dinas dan pihak sekolah negeri dan swasta adalah terkait jumlah guru yang berbanding jauh dengan jumlah banyaknya siswa. Dengan kata lain, Lampung kekurangan banyak guru.
Pengangkatan guru ASN (aparatur sipil negara) melalui skema PPPK, faktanya dikatakan belum bisa memenuhi kebutuhan akan tenaga pendidik.
Selama ini, tidak sedikit sekolah yang merekrut guru honorer untuk mengatasi kekurangan guru di sekolah masing-masing yang penggajiannya dengan menggunakan anggaran BOS (biaya operasional sekolah).
Sayangnya, dengan adanya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 63 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS Satuan Pendidikan menyebutkan bahwa anggaran BOS sudah tidak boleh lagi digunakan untuk menggaji guru honorer.
"Tentu itu sangat dilematis bagi sekolah. Satu sisi kekurangan guru dan di sisi lain tidak diperbolehkan merekrut guru honorer. Karena itu harus ada keleluasaan dalam penggunaan dana BOS. Juknis harus clear,” tandas Ketua Tim Kunjungan Kerja Panja Biaya Pendidikan Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih. (Des/Z-7)
Ia menilai Kemendagri sebagai lembaga pembina pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemda setempat yang memiliki perlintasan sebidang.
Politisi Fraksi PKS ini mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur fisik perkeretaapian di kawasan aglomerasi penting dilakukan.
DPR RI mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
penilaian lembaga internasional JP Morgan yang menempatkan Indonesia pada posisi atas dalam ketahanan energi mencerminkan bahwa fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah sudah tepat.
Data dari Disdik menyebut saat ini jumlah guru honorer sebanyak 3.144 orang, dengan rincian 814 guru, 33 guru tutor dan 2.133 guru PAUD.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan kenaikan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu dan tunjangan non-ASN Rp2 juta di era Prabowo. Cek detailnya.
Kasus guru honorer SDN Brabe 1, Mohammad Hisabul Huda, dihentikan melalui restorative justice setelah mengembalikan Rp118 juta.
DPR RI menyesalkan penetapan tersangka dan penahanan terhadap seorang guru honorer di Probolinggo, Jawa Timur, yang bekerja sambil menyambi sebagai Pendamping Lokal Desa.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
Pimpinan Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, kembali mengangkat isu rendahnya tingkat kesejahteraan guru, terutama guru honorer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved