Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER lulusan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Farhan Zubedi, mengungkapkan butuh waktu dua sampai empat minggu untuk menentukan efek dari sebuah pembersih wajah (facial wash) yang digunakan cocok atau tidak pada kulit.
"Kalau face wash ada kandungan AHA, PHA dengan aku asumsi ini konsentrasinya rendah, karena ini face wash itu dua sampai empat minggu biasanya baru kelihatan. Tapi kalau pakai ampoule atau serum itu empat sampai delapan minggu (efeknya baru kelihatan) dari banyak penelitian," kata Farhan, dikutip Selasa (11/6).
Pria yang juga menjalani profesi sebagai konten kreator kesehatan tersebut menuturkan langkah pertama untuk mengetahui cocok tidaknya pembersih wajah yang digunakan dapat dimulai dari menghilangkan seluruh pemakaian produk perawatan kulit (skin care).
Baca juga : Ini Ciri-Ciri Kulit Wajah yang Sehat
Mulai dari pelembab, serum, ampoule, toner, sheet mask, sampai exofiliating pads semuanya butuh dihentikan sementara supaya dapat benar-benar dipastikan apakah kulit menjadi lebih sehat dan bersih memang berasal dari efek pembersih wajah atau produk lainnya.
Kalaupun ingin menggunakan produk lain, ia menyarankan agar pengguna hanya menggunakan pelembab setelah membersihkan wajah.
Hal selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan melihat efek jangka pendek dan panjangnya. Bila kulit mengalami kemerahan, timbul rasa gatal hingga iritasi, produk tersebut dapat dikatakan tidak cocok untuk jenis wajah penggunanya.
Baca juga : Teknologi Filler Generasi Baru Bantu Atasi Penuaan Kulit
Sementara untuk jangka panjangnya, pengguna dapat memastikan kondisi kulit wajahnya di pagi hari.
"Ketika bangun pagi dilihat, kulitnya berminyak sekali atau kering sekali. Jadi dua itu, malamnya setelah pakai, paginya dilihat lagi, itu akan kelihatan. Pokoknya hilangkan semua skin care dulu agar kita tahu efeknya berasal dari mana," ujar medical doctor itu.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan turut menjelaskan bahwa pembersih wajah memiliki fungsi yang berbeda dengan serum. Pembersih wajah hanya ditujukan untuk membersihkan kulit wajah dari berbagai kotoran yang menempel selama berkegiatan.
Sementara serum merupakan salah satu produk kecantikan yang fungsinya ditujukan untuk mencapai keinginan penggunanya. Misalnya supaya warna kulit jauh lebih merata, tidak kusam dan lebih terhidrasi.
"Jadi manfaat serum itu sebenarnya lebih ke setelah pembersih wajah. Tapi biasanya untuk tahu cara kerjanya bagaimana itu berdasarkan penelitian untuk produk perawatan pribadi yang paling banyak itu rentang empat sampai delapan minggu," ujar Farhan yang kini juga sedang merintis karier sebagai seorang penyanyi itu. (Ant/Z-1)
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari memperingatkan bahwa virus HPV tidak hanya menular lewat hubungan seksual, tapi juga kontak kulit dan objek tertentu.
Ahli estetika dr. Dewita Kamaruddin memperingatkan munculnya tanda penuaan di usia 20-an akibat gaya hidup buruk. Simak tips perawatannya di sini.
Jelita, kamu punya tas, dompet, atau asesoris fesyen lainnya berbahan kulit yang keren tapi masih diragukan kehalalan material dan prosesnya?
Skin booster adalah prosedur perawatan kulit dengan cara menginjeksikan bahan aktif—biasanya berupa Hyaluronic Acid (HA) konsentrasi rendah—ke lapisan dermis kulit.
Dokter spesialis kulit menyarankan perawatan kulit dimulai 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan menghindari risiko iritasi menjelang hari H.
Teknologi ini mengantongi sertifikasi dari dua badan besar dunia, yakni US FDA (Amerika Serikat) dan KFDA (Korea Selatan).
Demam beauty-wellness mendorong tren perawatan estetik, tetapi persoalan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved