Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka mengajak generasi muda untuk menuntaskan berbagai isu sosial-lingkungan di sekitarnya, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation menggelar Sapa Kampus 2024.
Pertamina Foundation mendorong para mahasiswa untuk menjadi sociopreneur atau wirausaha sosial, yakni menekuni wirausaha dengan misi utamanya memberikan dampak sosial yang baik kepada masyarakat.
Untuk menjadi sociopreneur, Direktur Operasi Pertamina Foundation Yulius S. Bulo, menyampaikan bahwa para mahasiswa perlu punya kepekaan terhadap permasalahan sekitarnya.
Baca juga : Komunitas Cinta Bangsa Sebut Kinerja Dirut Pertamina Kurang Maksimal
“Sociopreneur singkatnya merupakan bentuk penggabungan antara konsep kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada profit, melainkan juga pada tujuan sosial. Sociopreneur membawa dampak perubahan sosial yang berkelanjutan dan membawa nilai tambah bagi masyarakat serta lingkungannya. Untuk itu, kalian sebagai generasi muda perlu peka terhadap permasalahan sekitar dan kalian tuangkan menjadi sebuah proyek sosial,” ujar Yulius dikutip di Jakarta, Minggu (9/6).
Mewadahi hal tersebut, Pertamina Foundation menyelenggarakan kompetisi proyek sosial PFmuda 2024 dengan tema “novasi Sosial Anak Muda Indonesia. PFmuda siap mengembangkan solusi berkelanjutan dari generasi muda usia 18-35 tahun lewat pendanaan proyek sosial total 3 miliar rupiah, pendampingan dan mentoring serta link and match dengan industri dan investor.
Program PFmuda disambut antusias oleh perguruan tinggi. Apresiasi disampaikan oleh Rektor Primakara University I Made Artana yang mengatakan, kompetisi PFmuda memiliki kecocokan DNA dengan Primakara yang selama ini fokus pada pengembangan inovasi, teknologi, dan technopreneurship atau kewirausahaan generasi muda.
Baca juga : PHR Kembali Buka Program Beasiswa Pendidikan Bagi Putra Putri Riau
"PFmuda ini sangat relate dengan kita di Primakara University, spirit-nya bagaimana menjadi change maker, bagaimana kita menghadirkan inovasi sosial, inovasi teknologi, dan ujungnya menjadi inovasi bisnis. Di Primakara, kita sudah melakukan beberapa program, seperti Program Inovasi Desa, Banjar Creative Space yang mendapat program TJSL Pertamina, Program Pendampingan UMKM, Bali Startup Camp (BSC), Proyek MKWK, dan Kelas Kewirausahaan Inovatif," ujar Made Artana.
Senada, Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Ngakan Putu Gede Suardana, mengajak mahasiswa-mahasiswinya untuk mengikuti kompetisi PFmuda.
“Saya berharap mahasiswa-mahasiswi Unud dapat berkarya dan memberikan gagasan khususnya pada bidang proyek sosial inovatif yang nantinya dapat memberikan sumbangsih dalam menuntaskan permasalahan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga : DEM Indonesia Desak Alihkan Subsidi BBM untuk Energi Baru Terbarukan
Dekan Fakultas kehutanan Sigit Sunarta menyampaikan siap untuk mendorong mahasiswanya mendaftar kompetisi PFmuda.
“Locally Rooted, Globally Respected atau Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi, merupakan semboyan UGM yang bermakna bahwa UGM mencetak SDM unggul yang mampu menghadirkan solusi atas persoalan di masyarakat. Ini sejalan dengan semangat kompetisi PFmuda yang menjaring anak-anak muda untuk bisa menghadirkan solusi lewat proyek sosial,” ungkap Sigit Sunarta.
Selain tiga universitas tersebut, Sapa Kampus juga dilakukan di universitas lainnya, antara lain Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Ronggolawe Tuban, dan berakhir di Universitas Bojonegoro pada 8 Juni 2024.
Baca juga : Dukung Kenaikan Pertalite, BEM RI: Alihkan Subsidi dari si Kaya ke si Miskin
Acara ini juga dimeriahkan dengan success story yang disampaikan oleh para pemenang PFmuda dengan beragam proyek sosial, mulai dari aplikasi berbasis navigasi untuk nelayan tradisional (FishGo), kurikulum pendidikan seksual sejak dini (OASE), regenerasi penenun tradisional (SWANTARA), tata kelola pertanian terpadu (TANDURASA), pakan ternak dengan memanfaatkan limbah bonggol jagung (Wana Feed), dan lainnya.
Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari berharap dengan kegiatan Sapa Kampus, dapat menjaring bibit-bibit sociopreneur yang bisa membantu mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals.
“Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan capaian SDGs, diperlukan peran aktif pemuda untuk yang mampu menjalankan wirausaha sosial, wirausaha yang bisa memberikan dampak manfaat bagi masyarakat atau menjadi solusi bagi permasalahan sosial yang ada. Untuk itu, kami mengadakan kompetisi PFmuda agar semakin banyak wirausaha sosial dan semakin banyak masyarakat berdaya hingga mandiri,” ungkap Agus. (Z-8)
J&T Express luncurkan J&T Connect Preneur Goes to Campus. Program inkubasi mahasiswa dengan total hadiah Rp225 juta dan mentoring bisnis digital.
Situasi di lingkungan kampus juga dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap korban, bahkan muncul dugaan adanya intimidasi terhadap korban dan keluarganya.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka kucurkan Rp1,8 miliar dana pribadi untuk beasiswa 150 mahasiswa akibat kendala APBD.
Melalui dana zakat, Baznas akan terus berkomitmen mendukung gagasan-gagasan dan cita-cita anak muda yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Transparansi pendanaan organisasi nonpemerintah (NGO) menjadi sorotan di tengah meningkatnya arus modal global dan aktivitas lembaga swadaya masyarakat di Indonesia.
Proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.
DI tengah meningkatnya dampak perubahan iklim yang semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa aksi nyata tidak lagi dapat ditunda.
Di salah satu stasiun pengumpul migas, Nadia Silvia menjalankan tugasnya sebagai operator di Stasiun Pengumpul Bambu Besar Pertamina EP Field Subang.
PT Pertamina mengapresiasi dan mendukung upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM dan Elpiji. Hal itu dilakukan melalui sinergi bersama aparat penegak hukum.
Jaksa Penuntut Umum menuntut lima terdakwa dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dengan hukuman penjara antara 6 hingga 12 tahun
Pentingnya transparansi pemerintah dalam menjelaskan alasan di balik kebijakan penyesuaian harga tersebut kepada publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved