Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER estetika dan edukator kecantikan Abelina D Fitria meminta ibu hamil menghindari penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung bahan-bahan yang bisa membahayakan kesehatan diri maupun janin.
"Jadi, penekanannya lebih ke mempengaruhi janin yang masih berkembang. Itu misalnya kayak retinoid yang diminum, itu bisa menghambat pertumbuhan (janin)," kata Abelina, dikutip Rabu (10/4).
Ia mengatakan produk yang mengandung hydroquinone, yang biasanya ada pada produk pemutih kulit, juga tidak boleh digunakan ibu hamil, tetapi bisa digunakan oleh orang dewasa dengan pengawasan dari dokter.
Baca juga : Tidak Hanya Melindungi Kulit dari Radiasi, Berikut 5 Fungsi Sunscreen Lainnya!
"Kandungan yang abu-abu itu retinol, glycolic acid, atau yang <i>acid-acid itu. Kalau to be save (untuk amannya) bagusnya enggak boleh, karena penelitiannya masih kurang banyak, jadi lebih baik jangan dipakai," katanya.
Abelina menyarankan perempuan yang sedang hamil atau menyusui berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk-produk kecantikan.
"Kalau retinoid sama acid-acid itu dia kadang-kadang boleh, kadang-kadang enggak. Tergantung dokternya. Cuma kalau ibu menyusui boleh, kalau ibu hamil enggak boleh," katanya.
"Kalau soal skin care ibu menyusui lebih longgar dibanding ibu hamil, karena bayinya juga sudah keluar, jadi lebih susahlah buat
sampai ke bayinya," tambah Abelina.
Dia mengatakan produk perawatan kulit yang mengandung merkuri sudah pasti tidak boleh digunakan oleh semua orang, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui, karena bisa membahayakan kesehatan. (Ant/Z-1)
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Skin booster adalah prosedur perawatan kulit dengan cara menginjeksikan bahan aktif—biasanya berupa Hyaluronic Acid (HA) konsentrasi rendah—ke lapisan dermis kulit.
Dokter spesialis kulit menyarankan perawatan kulit dimulai 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan menghindari risiko iritasi menjelang hari H.
Teknologi ini mengantongi sertifikasi dari dua badan besar dunia, yakni US FDA (Amerika Serikat) dan KFDA (Korea Selatan).
Demam beauty-wellness mendorong tren perawatan estetik, tetapi persoalan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari memperingatkan bahwa virus HPV tidak hanya menular lewat hubungan seksual, tapi juga kontak kulit dan objek tertentu.
Ahli estetika dr. Dewita Kamaruddin memperingatkan munculnya tanda penuaan di usia 20-an akibat gaya hidup buruk. Simak tips perawatannya di sini.
Jelita, kamu punya tas, dompet, atau asesoris fesyen lainnya berbahan kulit yang keren tapi masih diragukan kehalalan material dan prosesnya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved