Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BATUK pilek pada anak memang dinilai sebagai penyakit yang wajar dialami oleh anak. Namun batuk pada anak tidak bisa dinilai lagi sebagai penyakit yang wajar jika batuknya disertai sesak, napas cepat, hingga dengan darah.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Rina Triasih mengatakan batuk pada anak yang harus diwaspadai orang tua adalah jika anak batuk darah karena bisa menjadi tuberkulosis, batuk disertai sesak napas atau disebut pneumonia, kemudian batuk yang dibarengi mengi, dan gatal hidung karena batuk tersebut bisa disebabkan oleh paparan kromium.
"Yang lainnya harus kita waspada juga, kalau setiap kali batuk kemudian muntah dan berulang kali hingga anak lemas maka segeralah ke dokter. Tetapi, pada beberapa anak batuk pilek biasa, dia akan batuk-batuk, kemudian muntah, memuntahkan dahaknya dan anak kembali happy atau aktif kembali," kata dokter Rina dalam konferensi pers secara daring, Selasa (20/2).
Baca juga : Setelah Mudik, Jangan Lupa Lindungi Pernafasan Anak dari Berbagai Penyakit
Cara tersebut sebenarnya adalah cara anak mengeluarkan dahaknya. Sehingga, jika anak batuk dan memuntahkan dahaknya sesekali lelu anak kembali aktif bermain, orang tua tidak perlu khawatir.
“Tetapi kalau batuk berulang hingga lemes, nah itu harus diwaspadai,” tambahnya.
Selai itu yang perlu diwaspadai lainnya adalah batuk pada bayi berusia di bawah satu tahun. Kondisi itu perlu diwaspadai karena mungkin batuk tersebut berasal dari kelainan bawaan.
Baca juga : Ini Gejala Pneumonia pada Anak
"Yang lebih parah, yang sudah terlambat kalau batuknya disertai dengan biru pada bibir atau kuku adalah tanda bahwa kekurangan oksigen. Sementara pneumonia atau radang paru-paru biasanya secara awal penyakit yang sifatnya akut biasa yang umum hanya terjadi selama sampai 7 hari. Biasanya batuk disertai pilek bisa dengan demam atau tidak," ujar dia.
Kemudian, pada hari ketiga sampai hari kelima anak tampak tidak aktif. Kemudian akan ada napas cepat dan ada tarikan dinding dada maka itu yang disebut pneumonia karena kejadiannya cepat. Sementara asma, biasanya terjadi batuk kronik yang lama dan berulang dan pemicunya ada hal-hal tertentu seperti minum es, terus batuk-batuk itu akan menimbulkan sesak napas.
Cara orang tua mengenali napas cepat dan sesak pada anak adalah hitung napas anak dalam 1 menit Jika dalam keadaan tenang atau tidur maka napas anak dapat dilihat naik turunnya dada anak dalam 1 menit. Batasan napas cepat menurut usia pada usia 0 sampai 2 bulan kurang lebih 60 kali per menit.
Baca juga : Ini Tanda Anak Anda tidak Perlu Diberi Obat Meski Batuk Pilek
"Kemudian pada usia 3 sampai 12 bulan kurang lebih mencapai 50 kali per menit dan pada usia 1 sampai 5 tahun batasan napas kurang lebih 40 kali per menit," pungkasnya.
(Z-9)
Dokter spesialis anak dr. Lucky Yogasatria ingatkan pentingnya nutrisi dan imunitas hadapi ancaman El Nino Godzilla yang diprediksi BMKG terjadi pada 2026.
SELESMA atau kondisi yang kerap disebut sebagai pilek oleh orang awam merupakan kondisi yang umumnya tidak membahayakan, tetapi pada kasus tertentu bisa sebabkan pneumonia.
Pilek adalah salah satu penyakit yang hampir setiap orang alami setidaknya sekali dalam setahun, terutama saat musim hujan atau masa pancaroba.
Di luar obat-obatan medis, ramuan herbal telah terbukti dapat membantu meredakan gejala dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Flu berbeda dari pilek biasa dan bisa mengganggu aktivitas harian. Simak 5 cara alami meredakan gejala flu secara efektif tanpa obat dari dokter.
Batuk pilek yang berulang selain mengganggu perkembangan anak, kondisi ini juga bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan lain jika tidak ditangani dengan baik.
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved