Tips Cegah Batuk Pilek Anak Saat El Nino Godzilla 2026

Basuki Eka Purnama
17/4/2026 17:15
Tips Cegah Batuk Pilek Anak Saat El Nino Godzilla 2026
Ilustrasi(Freepik)

ANCAMAN fenomena iklim ekstrem El Nino "Godzilla" yang diprediksi melanda pada 2026 menuntut kewaspadaan ekstra dari para orangtua. Perubahan cuaca yang drastis dan kondisi lingkungan yang lebih kering berpotensi meningkatkan risiko penyakit pada anak, terutama infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan pilek.

Dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS), dr. Lucky Yogasatria Sp.A, menekankan bahwa kunci utama melindungi anak di tengah cuaca ekstrem adalah memperkuat benteng pertahanan tubuh melalui nutrisi yang tepat.

Pentingnya Mikronutrisi untuk Imunitas

Menurut Lucky, batuk dan pilek pada anak paling sering disebabkan oleh virus, seperti adenovirus. Penyakit ini pada dasarnya tidak memiliki obat spesifik, namun virus tersebut akan mati dengan sendirinya jika sistem imunitas tubuh anak bekerja dengan optimal.

"Sebenarnya yang utama itu anak istirahat yang cukup dan mendapatkan nutrisi seperti vitamin D, vitamin C, dan Zinc. Itu adalah mikronutrisi yang penting untuk pertahanan tubuh," ujar Lucky, dikutip Jumat (17/4).

Berikut adalah panduan pemenuhan gizi dan kebutuhan harian anak untuk menghadapi cuaca ekstrem:

Komponen Nutrisi Sumber / Ketentuan
Vitamin C & D Buah-buahan dan sayur-sayuran segar.
Zinc & Protein Hewani Daging ayam, daging sapi, dan hati ayam.
Cairan (Air Putih/Susu) Maksimal 500 ml per hari untuk asupan susu.
Faktor Pendukung Istirahat cukup dan kebersihan lingkungan.

Mengenal Fenomena El Nino "Godzilla" 2026

Istilah "Godzilla" pertama kali dipopulerkan oleh ilmuwan NASA, Bill Patzert, pada 2015 untuk menggambarkan El Nino yang sangat kuat dan berdampak luas.

Di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggunakan istilah ini untuk memprediksi variasi El Nino kuat yang memicu musim kemarau lebih panjang dan kering.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan kondisi iklim 2026 akan jauh lebih kering dibandingkan kondisi normal. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa meski saat ini kondisi ENSO masih netral, terdapat peluang besar berkembang menjadi El Nino pada semester kedua 2026.

Aspek Prediksi Keterangan BMKG (April 2026)
Intensitas El Nino Fase lemah hingga moderat (Peluang 50–80%).
Waktu Kejadian Semester kedua tahun 2026.
Dampak Utama Kemarau datang lebih awal dan lebih panjang.
Risiko Wilayah Kekeringan di Selatan; Potensi banjir di Timur Laut (Sulawesi, Maluku).

BMKG mengingatkan masyarakat untuk membedakan antara kemarau rutin dengan fenomena El Nino. Jika keduanya terjadi bersamaan, curah hujan akan berkurang drastis, yang secara langsung berdampak pada kesehatan lingkungan dan fisik, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak. (Ant/Z-1)

Orangtua diimbau untuk mulai melakukan mitigasi kesehatan mandiri dengan menjaga pola makan anak dan memastikan kebersihan sanitasi di lingkungan rumah guna menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung sepanjang tahun ini.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya