Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELEBGRAM Tasya Revina tampil menawan dengan gaya menyerupai sejumlah ratu-ratu legendaris dunia dalam postingan di media sosialnya. Ia bahkan tampil berani dan menunjukkan totalitas saat berpose bersama ular hidup untuk menampilkan seorang sosok
Pertama-tama, Tasya berubah menjadi Cleopatra. Dengan rambut hitam lurus, riasan smoky eye yang intens, dan headpiece yang mewah, Tasya berhasil menampilkan pesona Ratu Mesir Kuno ini.
Cleopatra bukan hanya seorang pemimpin yang berpengaruh, tetapi juga merupakan simbol kecantikan. Tasya berhasil menghidupkan karakter ini dengan dramatisasi yang sempurna dan femininitas yang mendalam.
Baca juga : Unik, Selebgram Asal Medan Ini Buat Media Promosi Layaknya Kampanye Caleg
Wujud Cleopatra digunakan Tasya untuk mempromosikan varian parfum Aniverable Dramatic Queen.
"Wanginya dramatis yang bikin kita tuh kecium seperti ratu-ratu kerajaan Mesir Kuno. Strong, bold tapi tetap feminim. Plis jangan pernah ngomong kalau ini tuh kayak parfum Arab karena memang ada Oud-nya," ujar Tasya.
Dramatic Queen ini memiliki wangi mawar dan vanila yang kuat di awal, menciptakan kesan intelektual dan feminin. Kemudian, campuran aroma mawar dan amber di tengah memberikan kesan berwibawa. Setelah beberapa saat, aroma Amber Oud dan Musky di base notes memberikan kesan dramatis, misterius, dan kemewahan yang tak lekang oleh waktu.
Baca juga : Bantu Pelaku Usaha Baru, Ngiklanmurah Siapkan Platform Promosi Terjangkau
Tasya juga menghidupkan kembali sosok Ratu Nefertiti, seorang ratu Mesir kuno yang terkenal karena karismanya. Lengkap dengan mahkota tinggi beserta ular besar yang melingkar di leher. Nefertiti bukan hanya cantik, tapi juga mitra sejati Firaun Akhenaten dalam memimpin Mesir.
Keberaniannya, tekadnya, dan perannya yang kuat dalam mengelola negara menjadikannya figur inspiratif dalam sejarah.
Dengan karakter yang kuat dan kecantikan yang fenomenal, Nefertiti menjadi inspirasi bagi parfum Majestic Queen.
Baca juga : Elvira Tjan Berbagi Tips Sukses sebagai Kreator Konten untuk Ibu Rumah Tangga
"Wewangian ini menciptakan harmoni antara aroma manis dan segar, cocok bagi wanita yang ingin memikat dengan elegan dalam diam, persis seperti yang dilakukan oleh Nefertiti dalam sejarah Mesir kuno," ujar Tasya.
Bergeser ke Eropa, Tasya berdandan bak Ratu Victoria. Pemimpin termuda dalam sejarah kerajaan Inggris, juga menjadi bagian dari koleksi ini. Dynastic Queen, dengan aroma Citrus-floral-Musky & Sweet mencerminkan kekuatan dan kecantikan seorang penerus dinasti, menjadi representasi pas untuk Queen Victoria yang dicintai oleh rakyatnya.
Totalitas Tasya dalam pemotretan yang "berani" itu, tidak hanya memperkenalkan rangkaian parfum eksklusif Aniverable yang mencerminkan karakter-karakter Ratu legendaris dunia, tetapi juga membawa sekilas sejarah yang menginspirasi dan jauh dari membosankan. (Z-5)
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
Kepergian Lula Lahfah yang mendadak ini tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga mengakhiri perjalanan cintanya dengan musisi Reza Arap (YB) yang disebut telah bersiap ke jenjang serius.
ORANGTUA almarhumah selebgram Lula Lahfah memberikan penghormatan terakhir untuk sang anak, usai dimakamkan di TPU Rawa Trate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu, (24/1).
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh Lula Lahfah.
PEMENGARUH dan kreator konten Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia pada Jumat (24/1) di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan. Sahabat meminta jaga privasi mendiang.
Majelis hakim menyatakan gugatan Rea Wiradinata tidak dapat diterima karena dinilai berada di luar kewenangan absolut PN Jakarta Barat untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut.
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved