Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis pulmonologi Rumah Sakit Pusat Pertamina Januar Habibi mengatakan salah satu cara meredakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama dari pajanan polusi udara, adalah dengan meningkatkan volume dan frekuensi hidrasi.
"Konsumsi air putih secara teratur akan membantu membersihkan tenggorokan. Kalau polutan tertelan lebih aman karena bisa keluar lewat cairan daripada kehirup," ucap Januar, dikutip Selasa (12/9).
Memperbaiki hidrasi dengan air minum tidak hanya soal seberapa banyak air yang diminum, namun, frekuensinya juga harus ditambah.
Baca juga: Antisipasi Kasus ISPA, Dinkes DKI Siagakan Faskes
Januar menyarankan untuk minum minimal setiap 20 menit saat sedang bekerja, cukup dengan dua hingga tiga teguk untuk melembapkan tenggorokan dan membantu membersihkan polutan yang masuk ke dalam tenggorokan.
Selain konsumsi air putih, cara lain untuk meredakan ISPA adalah dengan rajin mencuci hidung.
Secara alami, bulu hidung berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup sehingga mencuci hidung bisa membantu menghilangkan zat polutan ukuran tertentu yang masuk dan terperangkap di bulu hidung, sebelum masuk ke paru-paru.
Baca juga: Ribuan Warga Terserang ISPA Akibat Kabut Asap
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu juga mengatakan penting untuk menjaga stamina agar tidak mudah terkena penyakit dengan makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta konsumsi vitamin dan hindari merokok.
"Jaga stamina karena semakin lemah seseorang akan semakin mudah kena penyakit. Kalau sudah (sakit), coba terapi sederhana di rumah. (Jika) tiga hari tidak enakan (membaik) atau malah demam, segera ke dokter," kata Januar.
Dia menyarankan jika seseorang merasakan ISPA atau ada rasa sakit di tenggorokan akibat paparan polusi udara, sebaiknya hindari dulu area berpolusi dan gunakan masker dengan benar yang menutupi hidung dan mulut.
Namun, jika sakit tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berobat ke dokter sesuai gejala.
Polusi udara memiliki zat polutan dengan Partikulat Meter berukuran 2,5 mikron meter dan dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh dan larut dalam darah sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit dan mengganggu kerja organ tubuh lainnya seperti jantung dan mengakibatkan stroke dalam jangka panjang.
Januar mengatakan selain menggunakan masker secara rutin, masyarakat sebaiknya bersikap bijak menghadapi kualitas udara yang memburuk.
Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain dengan memantau kualitas udara melalui aplikasi atau website, memeriksa emisi kendaraan yang digunakan, memilih BBM dengan pembakaran yang baik, serta membatasi penggunaan kendaraan bermotor.
Jika ingin beraktivitas di luar ruangan, pilih area dengan banyak pepohonan karena, dari beberapa penelitian, terbukti bahwa pepohonan dapat membantu menyaring polusi udara.
Untuk kelompok usia rentan seperti anak-anak, lansia, atau kelompok yang mempunyai komorbid, baiknya kunjungi tempat dengan banyak ruangan tertutup. (Ant/Z-1)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Prof. Tjandra Yoga Aditama membagikan tips menangani gejala ISPA ringan di rumah dan kapan waktu yang tepat untuk segera ke dokter.
Ia menjelaskan, sektor pangan menjadi perhatian serius lantaran musim kering berpotensi mengganggu produksi dan distribusi bahan pokok.
Fenomena El Nino yang identik dengan musim kemarau panjang berpotensi memicu berbagai persoalan kesehatan, seperti meningkatnya kasus ISPA.
ISPA tidak menyerang semua orang dengan dampak yang sama. Terdapat kelompok tertentu yang jauh lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Waspadai ISPA dengan menjaga daya tahan tubuh dan hindari polusi. Simak panduan lengkap pencegahan ISPA langsung dari pakar spesialis paru di sini.
Musim hujan maupun masa pancaroba menjadi salah satu faktor risiko meningkatnya kasus flu dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved