Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis jantung yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Bambang Widyantoro membagikan kiat diet bagi pasien hipertensi, salah satunya pembatasan konsumsi garam untuk membantu mengontrol tekanan darah pasien.
"Konsumsi garam, ini sangat berperan pada terkontrolnya tekanan darah," kata Bambang, dikutip Senin (24/7).
Garam banyak mengandung natrium. Merujuk pada pedoman Perki, asupan natrium hendaknya dibatasi dua gram per hari atau setara dengan lima gram (satu sendok teh) garam dapur.
Baca juga: Kopi untuk Penderita Hipertensi, Bolehkah? Ini Kata Dokter
Bagi pasien hipertensi, asupan natrium dibatasi lebih rendah lagi, menjadi 1,5 gram per hari atau 3,5 - 4 gram garam per hari.
Selain tentang asupan garam, Bambang, yang berpraktik di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, juga menyarankan pasien hipertensi menghindari makanan mengandung banyak lemak, tetapi memperbanyak asupan sayuran, buah, serta kacang-kacangan.
Tidak hanya makanan, pasien hipertensi pun disarankan menjaga berat badan sehat yang artinya mereka perlu menurunkan berat badan apabila mengalami obesitas.
Baca juga: Hipertensi Sering Disebut Silent Killer, Kenali dan Waspadai
"Menurunkan berat badan dan menjaga berat badan ideal, olahraga yang teratur serta sangat disarankan berhenti merokok," kata Bambang.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama.
Seseorang dikatakan obesitas salah satunya apabila memiliki indeks massa tubuh (IMT) 25,5 - 29 yang didapatkan dengan menghitung berat badan dalam satuan kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m).
Obesitas merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan munculnya penyakit kardiovaskular karena menyebabkan kerusakan sel endotel di pembuluh darah.
Sel endotel adalah suatu lapisan tunggal yang melapisi seluruh sistem vaskuler.
"Pembuluh darah akan menjadi lebih kaku dan lebih mudah mengalami kekakuan, meningkatkan risiko tekanan darahnya mulai meningkat," pungkas Bambang. (Ant/Z-1)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Studi Johns Hopkins mengungkap posisi lengan yang tidak ditopang meja saat cek tekanan darah bisa menaikkan angka tensi hingga 7 mmHg.
Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua kondisi jantung berdebar itu berbahaya.
Meskipun gangguan metabolisme kerap terjadi pada usia lanjut, tetapi masalah metabolisme juga dapat terjadi di usia muda.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved