Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES saat hamil dikenal juga dengan sebutan Diabetes Gestasional. Diabetes Gestasional perlu diwaspadai, tidak hanya berlaku untuk ibu yang mengalami obesitas dan memiliki riwayat penyakit diabetes.
Meskipun demikian, pemeriksaan terhadap penyakit ini juga perlu dilakukan pada ibu dengan berat badan normal dan tidak memiliki riwayat diabetes.
Biasanya, berbagai hormon di tubuh bekerja untuk menjaga kadar gula darah agar tetap terkendali. Namun, selama kehamilan, kadar hormon berubah, membuat tubuh lebih sulit memproses gula darah secara efisien.
Baca juga: Apakah Pisang Aman untuk Penderita Diabetes?
Inilah yang membuat gula darah ibu hamil naik. Pada umumnya diabetes pada ibu hamil tidak memiliki gejala yang khusus. Itulah sebabnya hampir semua perempuan hamil perlu memeriksakan kadar glukosanya sejak awal kehamilan.
Jika ibu hamil mengalami diabetes, risiko yang terjadi yaitu:
Baca juga: Penelitian: Obat Diabetes Murah Ini Bisa Turunkan Risiko Long Covid
- Tekanan darah tinggi dan preeklamsia. Ini adalah komplikasi serius selama kehamilan yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan gejala lain yang dapat mengancam kehidupan ibu dan bayi.
- Menjalani persalinan caesar. Ibu lebih mungkin menjalani operasi caesar jika mengalami diabetes gestasional.
- Memiliki diabetes di kemudian hari. Jika ibu mengalami diabetes saat hamil, kemungkinan besar ibu akan mengalaminya lagi selama kehamilan berikutnya, dan juga memiliki risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia.
Tidak hanya pada Ibu, tetapi bayi yang dikandung memiliki risiko, yaitu:
- Kelahiran dini (prematur). Gula darah tinggi meningkatkan risiko ibu melahirkan lebih awal dari tanggal perkiraan. Atau persalinan dini mungkin disarankan karena bayinya besar.
- Kadar gula darah yang tidak terkontrol sewaktu hamil juga meningkatkan risiko si kecil terlahir cacat. Sebab, kadar gula darah yang terlalu tinggi di tubuh janin membuat proses pembentukan organ-organ tubuhnya terganggu. Beberapa kondisi yang sering terjadi pada bayi yang lahir dari ibu pengidap diabetes di antaranya cacat tulang belakang, munculnya lubang di jantung, dan bibir sumbing.
- Kelebihan gula dalam darah dan insulin ini bisa menyebabkan bayi memiliki lebih banyak lemak terutama di bagian atas tubuhnya sehingga berat badannya menjadi besar. Beberapa saat setelah bayi dilahirkan, ada kemungkinan bayi memiliki kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia). Hal ini disebabkan tubuhnya masih memproduksi insulin berlebih sebagai respons dari asupan glukosa yang tinggi dari ibunya. Jika kontrol kadar gula darahnya buruk, ada kemungkinan fungsi jantung dari bayi bisa terpengaruh.
Berdasarkan resiko yang disebutkan diatas, adapun penanganan diabetes bagi ibu hamil, sebagai berikut.
Ibu hamil yang sebelumnya telah terdiagnosis memiliki DM memerlukan pemantauan glukosa secara rutin. Pemeriksaan gula darah sebaiknya dimulai pada awal masa kehamilan. Mulai usia kehamilan 16 minggu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap dua minggu sekali. Berdasarkan 5th International Workshop-Conference on Gestasional Diabetes Mellitus merekomendasikan gula darah puasa <95 mg/dL, 1 jam postprandial <140 mg/dL, dan 2 jam post prandial <120 mg/dL.
Setiap wanita hamil dengan diabetes sebaiknya tetap melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu. Jenis aktivitas fisik yang bisa dilakukan adalah jalan kaki, berenang, atau senam khusus ibu hamil. Selain itu, ibu hamil perlu mengontrol berat badan selama masa kehamilan.
Bagi wanita yang kegemukan/obesitas, pertambahan berat badan tidak boleh melebihi 11,5 kg. Pada wanita dengan berat badan ideal, sebaiknya pada trimester pertama pertambahan berat badan 0,5-2,5 kg dan pada trimester selanjutnya, pertambahan berat badan 500 gram per minggu.
Diet untuk ibu hamil yang mengalami diabetes perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Pasien sebaiknya konsultasi dengan ahli gizi khusus. Jenis makanan harus terdiri dari kalori yang cukup untuk kesehatan ibu dan bayi, sesuai dengan angka glikemik dan pertambahan berat badan gestasional yang disarankan.
Karbohidrat sederhana dan gula sebaiknya dikurangi dan digantikan dengan sumber karbohidrat yang lebih sehat, seperti sayur-sayuran, buah, dan gandum utuh. Makanan tinggi lemak dan produk olahan sebaiknya dihindari.
Insulin sudah sejak lama menjadi drug of choice dalam penatalaksanaan ibu hamil dengan diabetes. Dengan penggunaan dosis basal-bolus (insulin kerja cepat dan kerja lambat) dapat mencapai kondisi euglikemi dalam ibu hamil. Insulin dikatakan aman bagi ibu hamil dan janin karena insulin tidak dapat melewati plasenta. Selain itu, obat oral secara umum tidak cukup mengatasi resistensi insulin yang terjadi pada DM tipe 2.
Namun, diperlukan pengaturan dosis yang cukup ketat untuk mencegah terjadinya hipoglikemi. Pada trimester pertama, biasanya kebutuhan insulin tidak terlalu tinggi.
Namun, pada trimester kedua dapat terjadi peningkatan resistensi insulin yang cukup cepat sehingga diperlukan pengaturan dosis insulin setiap 1-2 minggu agar mencapai target glikemik yang diinginkan.
Oleh karena itu, pemberian insulin pada ibu hamil sebaiknya dilakukan oleh tenaga terlatih.
Khusus untuk diabetes mellitus tipe 2 dan diabetes gestasional, obat antidiabetes oral juga dapat menjadi alternatif pengobatan. Obat antidiabetes oral yang dapat digunakan adalah metformin. Metformin lebih dipilih terutama bila gula darah dapat terkontrol.
Metformin merupakan obat oral pilihan karena memiliki risiko yang lebih rendah untuk terjadinya hipoglikemia neonatus dan pertambahan berat badan maternal. Meskipun demikian, metformin sedikit meningkatkan risiko prematuritas.
Diabetes dalam kehamilan berhubungan dengan peningkatan risiko preeklampsia. Studi yang ada merekomendasikan pemberian aspirin dosis rendah 50-150 mg/hari (biasanya dosis 81 mg/hari) pada akhir trimester pertama kehamilan sampai dengan kehamilan bayi untuk menurunkan risiko preeklampsia.
Selain pencegahan diatas, ibu hamil juga perlu mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Misalnya dengan lebih cermat memilih jenis dan porsi makanan serta minuman, lebih aktif bergerak, cukup olahraga dan banyak minum air putih. Hindari juga bergadang dan stres karena keduanya cenderung membuat Mama ingin makan lebih banyak makanan manis. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. (Z-10)
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved