Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEJAHTERAAN dosen masih jauh dari kata layak. Hal itu yang diutarakan oleh Anggota Tim Riset Kesejahteraan Dosen sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Kanti Pertiwi. Pernyataan tersebut tentu bukan hanya sekadar tong kosong saja.
Berdasarkan riset mereka terhadap 1.000 orang dosen, terdapat tiga temuan penting terkait kesejahteraan dosen. Pertama, upah dosen dikatakan masih jauh dari kata layak.
"Rentang gaji paling banyak dari para dosen ini mencapai Rp2 juta sampai Rp5 juta per bulan dan beberapa dari mereka mendapat penghasilan tambahan dengan menjadi pejabat struktural di kampus masing-masing. Hanya 9% dari mereka yang mendapatkan gaji di atas Rp5 juta," ungkapnya dalam Diskusi Membangun Solidaritas Akademisi di Tengah Birokratisasi Perguruan Tinggi: Sebuah Utopia secara virtual, Senin (1/5).
Baca juga: Saya Buruh Migran Sulsel Meninggal dan Dikubur di Arab
Kanti menambahkan, dengan tuntutan pendidikan minimal S2 bahkan diharapkan S3, para dosen ini dikatakan telah menghabiskan sumber daya yang tidak sedikit untuk sekolah dan berhenti dari pekerjaan rutinnya.
"Ketika kembali ke universitas, mereka hanya diberi kompensasi sedemikian. Ini menjadi pertanyaan apakah negara menghargai jerih payah dosen," tegas Kanti.
Baca juga: Aturan Jabatan Fungsional ASN Mudahkan Penilaian Dosen
Poin kedua, periode awal karir dosen dikatakan menjadi masa krisis. Hal ini dikarenakan dosen hanya menerima gaji pokok sebesar Rp2 juta sampai Rp5 juta.
Menurut Kanti hal ini sangat mengkhawatirkan karena di usia yang produktif ditambah dengan biaya untuk keluarga, cicilan, dan lainnya, penghasilan sedemikian dapat dikatakan sangat kurang sehingga mereka terpaksa harus mencari penghasilan lain.
"Poin terakhir, ada ketimpangan di antara para dosen di mana dosen baru ini penghasilannya kurang tapi ketimpaan banyak pekerjaan yang menguras waktu dan beban," ujarnya. (Des/Z-7)
Ia menjelaskan, upaya memperkuat kepercayaan publik dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kontrol terhadap hakim konstitusi.
Di tingkat nasional, Unika Atma Jaya menempati peringkat #4 PTS terbaik se-Indonesia dan peringkat #22 dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Kolaborasi antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi dinilai semakin penting dalam memperkuat pemahaman konstitusi di Indonesia.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT).
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam merampungkan aturan ini berjalan sangat efektif.
Banyaknya jumlah RTLH ini berkorelasi langsung dengan faktor ekonomi masyarakat.
BNPP menegaskan pentingnya sinergi para dai dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan negara
Dirjen Polpum Kemendagri, Akmal Malik mendorong agar rumah ibadah di Indonesia tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
pemerintah perlu refleksi dan berkolaborasi untuk menjamin hak serta memberikan kesejahteraan bagi warga negara. Hal itu ia katakan merespons kasus anak SD yang bunuh diri di NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved