Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAYORITAS Gen Z ternyata memiliki kesadaran untuk menguji informasi yang didapat dari media sosial dengan cara membandingkannya dengan media arus utama sebagai rujukan. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Pers Dewan Pers Paulus Tri Agung Kristanto.
"Tidak sedikit Gen Z yang menguji validikasi informasi, menguji kebenarannya dengan menggunakan media-media arus utama. Hal itu harus disadari para pimpinan media arus utama," ungkap Agung, Senin (10/4).
Agung mengatakan Gen Z memang lebih melek teknologi digital. Mereka terbiasa menggunakan ponsel mereka untuk mendapatkan informasi melalui media sosial.
Baca juga: Kementan Berdayakan Milenial Demi Perkuat Generasi Penerus Perkebunan
Kebiasaan mereka juga ditunjang keberadaan media arus utama yang saat ini memanfaatkan media sosial bukan hanya untuk mendistribusikan konten namun juga sebagai wadah baru.
"Saat ini hampir tidak ada lagi media yang tidak menggunakan media sosial untuk men-deliver konten atau menjadikannya sebagai platform media. Hal itu membuat Gen Z semakin banyak berinteraksi dengan media," kata Agung.
Dengan media sosial merupakan sumber informasi pertama bagi Gen Z, Wakil Ketua Umum Public Affairs Forum Indonesia (PAFI) Sofyan Herbowo mengatakan, saat ini, sudah banyak media arus utama yang memproduksi konten dengan standa jurnalistik di media sosial. Hal itu yang membuat media arus utama memiliki peran penting.
Baca juga: Mardiono Ajak Milenial-Gen Z Gabung ke PPP : Kembalikan Kejayaan PPP
Survei dari agensi public relations Praxis mengungkapkan platform informasi yang paling sering dikonumsi oleh Gen Z, yaitu Instagram (77%), YouTube (68%), Twitter (64%), dan TikTok (63%)
Media arus utama juga menjadi sumber informasi yang diakses Gen Z yaitu sebanyak 54%.
Yang menarik, saat ini, Gen Z memandang kelengkapan informasi lebih penting ketimbang kecepatan, dengan 81% berbanding 28%.
"Pasalnya, mereka sudah dibanjiri banyak informasi. Karenanya, buat mereka, kecepatan sudah tidak penting lagi, Yang terpenting adalah akurasi dan kelengkapan informasi," kata Sofyan.
Sofyan mengungkapkan Gen Z juga ternyata memperhatikan sejumlah isu yang terjadi, termasuk penegakan hukum. Dalam survei yang dilakukan Pracis, sebanyak 90,8% Gen Z merasa penegakan hukum di Indonesia masih belum memuaskan. (Ant/Z-1)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.
Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
ORGANISASI nonpemerintah asal Libia, Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation (STACO), menjajaki peluang kerja sama dengan Media Group dalam upaya memperkuat pengembangan media massa Libia
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat memimpin rapat uji publik Rancangan Peraturan Dewan Pers tentang Dana Jurnalisme.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) punya peta yang jelas di tengah tantangan komunikasi dunia.
Selain program pelatihan, Kementerian HAM juga akan menggelar kompetisi karya jurnalistik yang berfokus pada isu-isu hak asasi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved