Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL pemeringkatan organisasi independen World Population Review (WPR) menempatkan penduduk dewasa Indonesia di peringkat 10 negara dengan tubuh terpendek di dunia. Indonesia masuk urutan ke-182 dari 199 negara yang disurvei di dunia.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan tubuh yang pendek bukan berarti kurang dipenuhinya kebutuhan gizi. Meski gizi merupakan salah satu faktor penyebab, tetapi tubuh pendek juga dipengaruhi faktor genetika.
"Ada faktor genetika tertentu tentang tinggi atau pendeknya seseorang, walau asupan gizi tentu dapat juga punya pengaruh. Di sisi lain, mereka yang lebih pendek sama sekali tidak bisa serta merta dihubungkan dengan kurang sehat dibandingkan mereka yang tinggi," ujar Tjandra kepada Media Indonesia, Minggu (19/2).
Baca juga: Status Literasi Digital Masyarakat Indonesia Meningkat di 2022, Tapi Tetap di Kategori Sedang
Mantan Kepala Balitbangkes Kemenkes itu mengaku belum mengecek hasil pemeringkatan WPR. Menurutnya, perlu dianalisa secara detail untuk memahami poin-poin penting dalam survei tersebut, termasuk korelasinya dengan status gizi penduduk.
Secara nilai gizi tidak bisa hanya dilihat dari tinggi atau pendek, tapi status gizi secara umum, body mass index (BMI), dan lain-lain.
Status gizi adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk metabolisme.
"Perlu dianalisa dulu apa sebenarnya yang tertulis di WPR itu. Apapun analisanya, tapi yang jelas semua penduduk kita harus dapat asupan makanan bergizi yang dibutuhkannya," tegasnya.
Adapun, berdasarkan hasil survei tinggi badan tersebut, penduduk Indonesia berkisar 166 cm, satu kelompok dengan Bolivia 168 cm, Philipina 165 cm, Vietnam 168 cm, Kamboja 165 cm, Nepal 164 cm, Ekuador 167 cm, Sri Lanka 168 cm, Nigeria 170 cm, dan Peru 166 cm. (OL-1)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Hasil studi IHDC ini semakin memperkuat pentingnya peran berbagai pihak dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak dini.
Pakar IPB University ingatkan bahaya konsumsi Ultra Processed Food (UPF) berlebih pada anak, mulai dari obesitas hingga risiko penyakit jantung dan stroke.
Dokter spesialis anak ingatkan bahaya konsumsi mie instan dan susu kental manis berlebih bagi anak di pengungsian banjir Sumatra. Simak saran gizinya.
Dietisien RS Pelni menekankan pentingnya protein, sayur, dan buah bagi tumbuh kembang anak serta risiko jangka panjang akibat kurang gizi.
Dr. dr. Tan Shot Yen mengingatkan calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan, mengontrol penyakit kronis, dan mengatur pola makan sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved