Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MARKIJA Markija memberikan kesempatan untuk mahasiswa/i Politeknik dan Sekolah Vokasi Indonesia untuk melaksanakan magang di industri Eropa.
Tujuan dari program magang Markija yaitu meningkatkan pengetahuan profesional dan keahlian internasional mahasiswa/i vokasi Indonesia.
Markija adalah sociopreneurshipdi bidang edukasi di mana mahasiswa/i yang terpilih mengikuti program magang Markija akan melaksanakan magang selama 2 tahun, mendapatkan tunjangan dan fasilitas standar Eropa, tanpa dipungut biaya.
Program ini sejalan dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kemendikbudristek RI, sehingga mahasiswa/i akan mendapatkan kredit akademik selama melaksanan Magang di Eropa.
Pada Senin (6/2), Markija mengadakan acara dengan tema "Program Magang Markija ke Eropa untuk Mahasiswa Vokasi Indonesia", bertempat di Century Park Hotel, Jakarta.
Pada acara ini, Markija menjadi tuan rumah yang dipimpin oleh Dr. Heru Dewanto selaku Chairman Markija dan Bence Schmatovich selaku Presiden Direktur Markija.
Baca juga: Tingkatkan Professionalisme SDM Pertanian, Kementan Kuatkan Pendidikan Vokasi
Markija bersama dengan mitranya dari Eropa, Prohuman, mengundang perwakilan dari industri Samsung Hongaria dan juga mengundang Duta Besar Hongaria untuk Indonesia, H.E Lilla Karsay, Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbud-Ristek RI, Dr. Beny Bandanadjaja, serta para Direktur Politeknik dan Dekan Sekolah Vokasi di Indonesia.
Selama tahun 2022, Markija sudah berkontrak dengan berbagai Industri di Eropa (Hongaria, Ceko, dan Romania) untuk memberangkatkan lebih dari 1300 mahasiswa/i magang, dimana sudah lebih dari 600 mahasiswa/i yang diberangkatkan.
Markija berperan penting sebagai pembuka pintu antara para mahasiswa/i vokasi Indonesia dengan Industri-Industri di Eropa.
Dr. Heru Dewanto selaku Chairman Markija menjelaskan bahwa program magang ini nantinya akan dilakukan ke berbagai negara.
“Model ini bagus, akan diterapkan ke seluruh politeknik di Indonesia dan akan dilakukan ke semua negara. Saat ini masih 3 negara – Hongaria, Ceko, dan Romania”
“Semua negara industri akan menjadi sasaran kita. Karena hukum paling dasar dari ekonomi adalah, supply dan demand. Kita memiliki banyak SDM vokasi terampil, namun industrinya tidak banyak, di sana sebaliknya industri banyak, SDM-nya sedikit. Tunjangan magang untuk mahasiswa/i vokasi di Eropa tentunya juga lebih tinggi dibandingkan di Indonesia,” jelasnya.
“Program magang ini tidak disubsidi oleh pemerintah, artinya ini market driven, dan program ini menguntungkan semua pihak yang terlibat, baik itu Industri di Eropa, Politeknik/Sekolah Vokasi, Mahasiswa, hingga peningkatan SDM dan Ekonomi negara terlibat.”
Selain itu, Presiden Direktur Markija, Bence Schmatovich juga menyampaikan “Feedback dari Industri sangatlah baik dan permintaan dari Industri Eropa terus meningkat."
"Kami bekerja keras menemukan kesesuaian di industri baru dengan memfokuskan magang pada bidang keteknikan namun tidak menutup peluang untuk posisi lainnya, sehingga lebih banyak lagi mahasiswa/i vokasi yang dapat mengikuti Program Magang Markija” tandasnya.
Dukungan yang sama disampaikan oleh Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek RI Dr. Benny Bandanadjaja.
Ia mengatakan bahwa program ini sudah berjalan hampir 2 tahun. “Kami melihat kegiatan ini sangat bagus untuk mahasiswa vokasi karena mereka disana mereka bisa bergerak di lini industri," jelasnya.
"Belum lagi mereka mendapatkan tunjangan, transport dan lainnya. Serta segala hal administratif sudah diberikan perizinan oleh Kedutaan, Pihak Kementerian, dan Pihak Hongaria di sana,” ucap Benny.
“Diharapkan, setelah lulus mereka memiliki pengalaman praktek lebih banyak dan lebih mudah mendapatkan pekerjaan," katanya.
"Hal Ini sangat mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan penyerapan angkatan kerja vokasi dengan gaji lebih layak. Kesempatan yang baik ini difasilitasi oleh Markija dengan peluang lebih bagus khususnya untuk mahasiswa politeknik dan sekolah vokasi,“ papar Benny.
Tak hanya itu, dukungan juga disampaikan oleh Duta Besar Hongaria, H.E. Lilla Karsay untuk Indonesia.
“Program magang Markija mendapat dukungan penuh dari pemerintah Hongaria dalam administrasi," katanya.
"Perlu diketahui bahwa pengurusan visa di Kedutaan membutuhkan waktu yang cukup lama, namun dengan adanya kerja sama antara Markija dan Kedutaan Hongaria, maka jangka waktu pembuatan visa dapat dipersingkat,” terang Lilla Karsay.
Hal senada juga diungkapkan oleh Csongor Juhász Founder dan CEO Prohuman,
Perusahaan Human Resource terbesar di Hongariadan Eropa Tengah yang berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan antaraMahasiswa Vokasi dengan industri di Hongaria dalam program magang Markija ke Eropa.
Mereka menyampaikan mengapa memilih mahasiswa vokasi di Indonesia karena kualitas Pendidikan Vokasi di Indonesia yang terbilang cukup baik. mereka mendapatkan informasi tersebut dari Markija.
Karena itu, mereka membuka pintu untuk mahasiswa vokasi Indonesia untuk mengembangkan kemampuan mereka di sana.
Industri di Hongaria dan Eropa Tengah suka dengan mahasiswa vokasi Indonesia. Awalnya mereka mengira kemampuan mahasiswa vokasi Indonesia rendah, tapi ternyata mereka memiliki skill tinggi dan dibutuhkan di industri seperti otomotif, manufaktur serta sektor IT dan telekomunikasi, dan lainnya. (RO/OL-09)
J&T Express luncurkan J&T Connect Preneur Goes to Campus. Program inkubasi mahasiswa dengan total hadiah Rp225 juta dan mentoring bisnis digital.
Situasi di lingkungan kampus juga dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap korban, bahkan muncul dugaan adanya intimidasi terhadap korban dan keluarganya.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka kucurkan Rp1,8 miliar dana pribadi untuk beasiswa 150 mahasiswa akibat kendala APBD.
Melalui dana zakat, Baznas akan terus berkomitmen mendukung gagasan-gagasan dan cita-cita anak muda yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Transparansi pendanaan organisasi nonpemerintah (NGO) menjadi sorotan di tengah meningkatnya arus modal global dan aktivitas lembaga swadaya masyarakat di Indonesia.
Duel penentuan Grup C Piala Uber 2026 antara Indonesia dan Taiwan berlangsung ketat. Hingga dua partai awal, kedudukan imbang 1-1 dalam laga yang digelar di Horsens.
PARA pecinta astronomi di Indonesia yang melewatkan puncak hujan meteor Lyrids masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan fenomena langit lainnya Hujan meteor Pi Puppid
INDONESIA mengamankan pasokan 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus. Itu dilakukan setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia ujar Hasyim Djojohadikusumo.
Kwarnas tetapkan Gudep Pramuka KBRI Kuala Lumpur sebagai percontohan luar negeri. Memiliki pembina tersertifikasi, aktif di Malaysia, dan siap kirim regu ke Jamnas XII.
Indonesia menegaskan pentingnya menjaga keamanan Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional yang aman dan terbuka sesuai hukum internasional.
Indonesia resmi menambah wilayah seluas 127,3 hektare di Pulau Sebatik usai kesepakatan batas darat dengan Malaysia. Pemerintah siapkan Rp86 miliar untuk PLBN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved