Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PIMPINAN DPR RI Lodewijk F Paulus yang juga merupakan anggota Komisi I DPR, mengatakan media sosial (Medsos) ibaratnya seperti pedang bermata dua yang dapat menyerang balik penggunaannya.
Oleh karena itu para anak muda yang kini mendominasi penggunaan Medsos diminta untuk bijak menggunakan nya.
"Pengguna internet dan medsos lebih banyak anak muda karena anak muda lebih melek teknologi daripada generasi sebelumnya. Berkisar 80% dari total pengguna medsos yakni 196,71 juta jiwa di Indonesia," ujarnya kepada wartawan melaui keterangan tertulis, Kamis (1/8/).
"Karenanya anak muda harus bijak dalam bermedsos, medsos itu kan ibaratnya seperti pedang bermata dua," kata Lodewijk kepada wartawan melaui keterangan tertulis, Kamis (1/8/).
Lebih lanjut, dikatakannya, penggunaan medsos dan internet yang bijak itu adalah pengguna yang menjadikan medsos akses yang lebih inklusif untuk mendapatkan informasi, pendidikan, pengetahuan, kesempatan berbisnis, dan juga memudahkan pencarian pekerjaan.
Untuk itu, dirinya menyebut ada lia aspek utama yang perlu diingat dalam etika bermedia sosial, yaitu:
1. Is it true? Apakah informasi yang diunggah adalah benar,
2. Is it Helpful? Apakah informasi bermanfaat bagi orang lain,
3. Is it Illegal? Apakah sesuai dengan hukum dan memiliki hak cipta,
4. Is it Necessary? Apakah konten tersebut dibutuhkan dan tepat dengan skala prioritas,
5. Is it kind? Apakah hal yang diunggah bersifat jahat.
"Lima aspek ini perlu dipikirkan sebelum mengunggah apapun di media sosial karena dampak dari kesalahan di media sosial sudah diatur dalam UU ITE yang bisa berbahaya bagi masyarakat," sebutnya. (RO/OL-09)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Perbedaan pandangan kerap segera mengeras menjadi penilaian moral. Lawan politik pun dipersepsi sebagai pihak yang berbeda dan bermasalah secara etis.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang merindukan ruang untuk berhenti sejenak, merefleksikan diri, dan bertumbuh secara pribadi.
Komisi VIII DPR RI mengingatkan pentingnya etika publik dan perlindungan anak menyoroti video viral yang memperlihatkan penceramah Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak kecil
Filsafat Kemiliteran dan Keselamatan Negara. Buku ini memberikan insight penting kepada berbagai pihak untuk mendeteksi anasir-anasir buruk yang melemahkan keluhuran militer
PENYELENGGARAAN Pemilu 2024 menuai sorotan, kali ini bukan hanya soal teknis kepemiluan, melainkan juga persoalan etika dan gaya hidup mewah para komisioner KPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved