Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Etika berinternet (netiket) dibutuhkan ketika berkomentar di media digital. Individu yang beretika baik selalu berusaha memahami konteks sebelum mengomentari konten seseorang. Sehingga komentar yang dilontarkan sesuai.
“Ketika berkomentar itu sama seperti di dunia nyata. Pertama, kita paham betul dari awal hingga akhir apa yang sedang dibicarakan. Kita harus tahu konteks yang sedang dibicarakan apa,” kata Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Swiss German University, Loina Lalolo Krina Perangin-angin di Jombang, Jawa Timur, Selasa (12/7).
Aturan umum netiket tidak memandang budaya dan batasan tempat. Semua yang berada di dunia digital adalah manusia, sehingga ketika online harus mengikuti aturan-aturan seperti di dunia nyata. Sehingga semua pengguna media digital harus saling menghormati. Di sisi lain, setiap individu harus teliti terhadap konteks sebelum mengunggah apapun di internet, termasuk komentar.
Netiket dalam berkomentar di media sosial mencegah terjadinya keributan. Sekarang ini kebebasan berekspresi kerap menimbulkan ketersinggungan. Setiap orang sebaiknya memberi komentar yang berhubungan dengan isi konten. “Jangan memberikan komentar yang menyinggung, apalagi SARA. Hindari berdebat di kolom komentar orang lain,” kata Loina. (OL-12)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved