Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu isu penting yang akan dibahas dalam pertemuan G-20 mendatang yakni mengenai lingkungan. Indonesia sebagai presidium G-20 2022 akan mengangkat tiga isu prioritas dalam pembahasan mengenai lingkungan.
Isu-isu tersebut ialah supporting more sustainable recovery, enhancing land and sea based actions to support environment protection and climate objectives, dan enhancing resourches mobilization to support environment protection and climate objectives.
Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sigit Reliantoro mengungkapkan, tiga isu prioritas yang akan dibahas dalam Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG) itu akan memuat delapan poin pembahasan, yakni biodiversitas, degradasi lahan, pengelolaan wilayah laut dan pesisir, sampah laut, sirkular ekonomi, ketahanan air, pendanaan perubahan iklim dan mobilisasi sumber daya.
Sigit merinci satu persatu poin pembahasan dan apa yang diharapkan bisa dipetik dari diskusi tingkat internasional itu. Pertama mengenai biodiversitas. Isu tersebut penting dibahas karena 1 juta spesies tumbuhan di dunia terancam punah.
Indonesia sendiri sejak 1994 telah berkomitmen untuk meratifikasi konvensi biodiversitas dan pada 2020, Indonesia telah melakukan konservasi di sekitar 22 juta hektar area.
"Dalam diskusi G-20 ini, kita mendorong implementasi rencana strategis keanekaragaman hayati pasca-2020. Upaya untuk bagaimana memobilisasi anggaran dana untuk melakukan kegiatan biodiversitas dan menggunakan valuasi ekonomi untuk rekayasa genetika," beber Sigit, Selasa (1/3).
Selanjutnya mengenai degradasi lahan. Dikatakan Sigit sebanyak 3,2 miliar orang di dunia mengalami dampak dari degradasi lahan. Hal itu menyebabkan kerugian materiil berupa hilangnya 10% sampai 17% PDB dunia.
"Karena kerusakan lahan ini biasanya terjadi di kelompok marjinal, ini akan memperburuk tingkat kemiskinan, kesehatan dan hilangnya spesies yang sangat penting bagi kelompok tersebut. Karenanya, inklusivitas gender sangat mewarnai dalam pembahasan degradasi lahan," ucap dia.
Baca juga : KLHK Usung Tiga Isu Prioritas Lingkungan dalam Agenda G20
Dalam isu degradasi lahan, akan dibahas juga mengenai upaya negara-negara G-20 dalam melakukan rehabilitasi mangrove dan gambut. Diharapkan, pertemuan tersebut dapat menjadi ajang bagi negara-negara untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan lahan di wilayahnya masing-masing agar menjadi input bagi negara lain.
Berikutnya pada isu pengelolaan laut, pesisir dan sampah di lautan, diharapkan pertemuan G-20 dapat memberikan penekanan pada urgensi, inisiatif internasional yang teah dilakukan dan usulan aksi yang perlu dilakukan ke depannya.
Selanjutnya pada isu pendanaan, akan dibahas upaya untuk mendorong kerangka kerja yang sudah ada dalam climate sustainable finance agar diperluas untuk pembiayaan pemulihan lingkungan.
"Selanjutnya pada isu air akan lebih mendorong upaya-upaya pemanfaatan air dan upaya untuk menyelesaikan masalah pencemaran itu dengan nture based solution, dengan membuat ecoriparian dan wet land. Kita sudah punya banyak contoh sehingga kita siap leading by example," beber Sigit.
Selanjutnya pada pembahasan sirkular ekonomi akan lebih ditekankan pada isu food loss dan upaya-upaya meningkatkan sirkular ekonomi, terutama sampah dan juga di sektor industri," imbuh dia.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Laksmi Dewanthi berharap, pembahasan yang dilakukan di G-20 tidak sekadar menghasilkan dokumen kesepakatan negara-negara dalam melakukan pengendalian iklim. Lebih dari itu, negara-negara harus bersepakat untuk berkolaborasi melakukan implementasi aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim demi bumi yang lebih sehat.
"Kita tidak hanya melakukan atau upayakan hasil berupa dokumen. Tapi bersama-sama ada serangkaian kesepakatan untuk kolaborasi dan melaksanakan aksi dan project konkret nyata yang bisa menjawab tema besar presidensi G-20, recover together, recover stronger," pungkas dia. (OL-7)
Pembentukan Satgas ini menjadi langkah strategis tindak lanjut Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi secara menyeluruh.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
PENGADILAN Negeri (PN) Medan menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan oleh tersangka berinisial MN (53) terkait kasus pengangkutan kayu hasil hutan ilegal.
Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan CitraRaya, Tangerang, tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis metode controlled landfill.
PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) meraih Penghargaan Proper Hijau dalam ajang Anugerah Lingkungan Proper 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih peringkat Proper Emas dan Hijau dalam Proper 2025.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved