Inalum Masuk Kategori Beyond Compliance, Sabet Proper Emas dan Hijau

Naufal Zuhdi
09/4/2026 20:54
Inalum Masuk Kategori Beyond Compliance, Sabet Proper Emas dan Hijau
Inalum peringkat Proper Emas dan Hijau dalam Proper 2025.(Inalum)

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih peringkat Proper Emas dan Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) 2025.

Peringkat Emas diberikan untuk operasional Pabrik Peleburan (ISP), sementara peringkat Hijau diraih oleh operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA/IPP).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, yang menegaskan bahwa PROPER kini telah berkembang menjadi instrumen transformasi bagi dunia usaha.

Menurutnya, PROPER tidak lagi sekadar alat evaluasi kepatuhan administratif, tetapi mendorong perusahaan untuk melampaui standar melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pada periode 2024-2025, jumlah peserta Proper mencapai 5.476 perusahaan, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, hanya 282 perusahaan yang berhasil masuk kategori beyond compliance, termasuk Inalum.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menyatakan capaian ini mencerminkan integrasi keberlanjutan dalam strategi bisnis perusahaan secara konsisten.

"Perusahaan tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan nilai melalui penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang terukur," ujar Melati melalui keterangan tertulis, Kamis (9/4).

Secara historis, Inalum mencatatkan kinerja Proper yang stabil. Peringkat Emas diraih untuk Pabrik Peleburan Kuala Tanjung pada 2022, 2024, dan 2025, serta untuk operasional PLTA Paritohan pada 2023. Sementara peringkat Hijau juga diraih secara berkelanjutan oleh operasional PLTA dalam beberapa tahun terakhir.

"Kinerja tersebut ditopang oleh berbagai inisiatif inovasi lingkungan, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga optimalisasi proses operasional untuk meningkatkan keberlanjutan," imbuh Melati.

Di sisi sosial, perusahaan menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis pendekatan Social Return on Investment (SROI). Salah satu program unggulan, “Dari Sampah Jadi Berkah”, menjadi contoh integrasi antara manfaat lingkungan dan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pencapaian ini memperkuat posisi INALUM sebagai pelaku industri strategis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Ke depan, INALUM berkomitmen untuk terus meningkatkan standar ESG serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya