Fokus Pulihkan Terumbu Karang di Labuan Bajo

Insi Nantika Jelita
21/4/2026 21:20
Fokus Pulihkan Terumbu Karang di Labuan Bajo
Program transplantasi terumbu karang di Labuan Bajo.(Dok MPMX )

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memperkuat komitmen dalam implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) melalui peluncuran program transplantasi terumbu karang. Kegiatan implementasi dilakukan di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program ini merupakan bagian dari inisiatif MPM Green Action 2026, yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Sebagai salah satu ekosistem paling penting di laut, terumbu karang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Tidak hanya menjadi habitat berbagai biota laut, terumbu karang juga berkontribusi dalam melindungi garis pantai dari abrasi serta mendukung sektor perikanan dan pariwisata bahari. 

Di wilayah seperti NTT, yang dikenal memiliki potensi unggulan di sektor pariwisata bahari, keberadaan terumbu karang menjadi faktor kunci dalam menunjang keberlanjutan lingkungan sekaligus sumber penghidupan masyarakat pulau dan pesisir.

GM Corporate Communication & Sustainability Natalia Lusnita menyampaikan, inisiatif ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam menghadirkan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di wilayah operasional.

“Melalui program transplantasi terumbu karang ini, kami tidak hanya berupaya menjaga ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4).

Program ini dirancang sebagai inisiatif jangka panjang agar dapat memberikan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan. Sebelumnya pada 2022-2025, kami telah melakukan penanaman 100.000 mangrove di Desa Golo Sepang yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat yaitu budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal. 

Keberhasilan program tersebut membuat MPMX melihat masih terdapat aspek lingkungan lain yang perlu mendapatkan perhatian, sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan dalam mendukung perekonomian masyarakat.

"Kami percaya, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal dan otoritas kawasan, menjadi kunci program ini dapat berjalan konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelas Natalia.

Pemilihan Pulau Messah sebagai lokasi program dilakukan berdasarkan hasil rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo. Melalui kajian yang dilakukan, Pulau Messah diidentifikasi sebagai salah satu lokasi prioritas yang mengalami kerusakan terumbu karang yang cukup signifikan. Selain itu, Pulau Messah berada di kawasan penyangga Taman Nasional Komodo yang memiliki peran penting dalam mendukung kelestarian ekosistem di kawasan konservasi tersebut.

Program ini diawali dengan kegiatan silaturahmi yang diadakan bersama Kepala Desa Pasir Putih Labuan Bajo, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga setempat. Kemudian dilanjutkan dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian terumbu karang dan ekosistem laut, yang secara khusus menyasar para nelayan yang aktif beraktivitas di kawasan perairan sekitar Taman Nasional Komodo. 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tahap awal, dilaksanakan juga pelatihan pembuatan media coral nursery yang diikuti oleh perwakilan Pokdarwis Desa Pasir Putih. Pelatihan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan salah satu daya tarik wisata lokal di Pulau Messah, yaitu aktivitas penanaman baby coral.

Mustaming selaku Kepala Desa Pasir Putih Labuan Bajo, menyambut baik kehadiran program tersebut dan menyatakan kesiapan lembaga desa serta masyarakat untuk berkolaborasi dalam mendukung pelaksanaannya. 

Menurutnya, upaya pelestarian ekosistem laut yang diiringi dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi keberlanjutan lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan warga Pulau Messah.

Target di tahun ini, MPMX akan melakukan penanaman 500 bibit terumbu karang menggunakan 20-unit spider frame sebagai media transplantasi. Ke depan, program ini dirancang tidak hanya berfokus pada aspek pelestarian lingkungan, tetapi juga akan dikembangkan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui identifikasi potensi lokal yang dapat mendukung peningkatan ekonomi warga. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya