Perkuat Peran ESG Assurance Dorong Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Hijau

Media Indonesia
10/4/2026 11:07
Perkuat Peran ESG Assurance Dorong Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Hijau
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Surveyor Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem keberlanjutan nasional melalui peran strategis sebagai penyedia layanan testing, inspection, certification, and consultancy (TICC).

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi dalam forum diskusi ESG, Dekarbonisasi, dan Masa Depan Bisnis Hijau Indonesia, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Fajar menyampaikan transformasi ESG (environmental, social, and governance) saat ini menuntut pendekatan lebih berbasis data dan dapat diverifikasi.

“Dalam lingkup ESG, PT Surveyor Indonesia (PTSI) berperan sebagai akselerator sekaligus mitra dalam mendorong inisiatif keberlanjutan. Secara internal, implementasi ESG kami jalankan secara terintegrasi melalui sustainability policy, penguatan tata kelola, serta penyusunan roadmap dan Komite ESG,” ujar Fajar.

Dia melanjutkan seiring dengan meningkatnya kompleksitas implementasi ESG, perusahaan juga menghadapi tantangan dalam menentukan prioritas dampak, kesiapan organisasi, hingga  pendanaan. Kondisi ini membuat banyak inisiatif keberlanjutan belum sepenuhnya terhubung dengan aspek finansial dan akses pembiayaan.

Dalam konteks tersebut, jelas dia, verifikasi dan pemastian independen dinilai menjadi elemen penting untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas ESG.

"Pendekatan ini memungkinkan data keberlanjutan tidak hanya bersifat naratif, tetapi juga terukur, dapat dibandingkan, dan relevan bagi investor," ungkapnya.

Ia menerangkan melalui layanan TICC, PT Surveyor Indonesia berkontribusi dalam memastikan berbagai inisiatif keberlanjutan dapat tervalidasi dan selaras dengan standar berlaku, sekaligus mendukung upaya transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Ia mengungkapkan pengalaman lintas sektor yang dimiliki juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas implementasi ESG berpotensi memperkuat posisi perusahaan dalam mengakses pembiayaan berkelanjutan serta meningkatkan daya saing di tingkat global.

“Peran kami memastikan inisiatif ESG tidak hanya dilaporkan, tetapi benar-benar terukur dan dapat dipercaya. Pada saat sama, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar implementasinya berdampak nyata,” kata Fajar.

Ke depan, sambungnya, kebutuhan atas infrastruktur kepercayaan dalam ekosistem ESG diperkirakan semakin meningkat, seiring berkembangnya pasar karbon dan instrumen keuangan berkelanjutan. "Kredibilitas menjadi faktor pembeda utama dalam menentukan daya saing perusahaan di era ekonomi hijau," tutup Fajar. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya