Kementerian LH Tekankan Pentingnya Inovasi Sosial dan Efisiensi Sumber Daya di Sektor Tambang

Rahmatul Fajri
08/4/2026 17:00
Kementerian LH Tekankan Pentingnya Inovasi Sosial dan Efisiensi Sumber Daya di Sektor Tambang
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) resmi menetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) sebagai peraih peringkat PROPER Hijau untuk periode penilaian 2024–2025. Capaian ini menandai transformasi besar bagi perusahaan tambang nikel tersebut setelah selama enam tahun berturut-turut (2018–2023) tertahan di kategori Biru atau sekadar patuh secara administratif.

Peringkat Hijau merupakan kategori Beyond Compliance yang diberikan kepada perusahaan yang terbukti melakukan pengelolaan lingkungan melampaui standar yang dipersyaratkan oleh regulasi.

Direktur Utama Ceria, Abdul Haris Tatang mengungkapkan bahwa keberhasilan naik kelas ke peringkat Hijau merupakan hasil komitmen jangka panjang seluruh elemen perusahaan dalam mengintegrasikan operasional tambang dengan kelestarian alam.

“Pencapaian ini menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Abdul melalui keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Dorong Transformasi Industri

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa instrumen PROPER kini telah berkembang menjadi penggerak transformasi industri nasional. Tahun ini, evaluasi diikuti oleh 5.476 perusahaan, di mana 243 perusahaan di antaranya berhasil meraih peringkat Hijau, termasuk Ceria.

“PROPER mendorong perusahaan untuk tidak hanya taat, tetapi juga melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, serta kontribusi nyata kepada masyarakat,” tegas Menteri Hanif.

Ia juga memperingatkan bahwa pemerintah tidak akan ragu melakukan penegakan hukum bagi perusahaan yang masih berada di kategori Merah maupun Hitam karena dinilai gagal memenuhi ketentuan perlindungan lingkungan.

Capaian peringkat Hijau yang diraih Ceria didorong oleh berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari efisiensi energi dan air, penurunan emisi gas rumah kaca, hingga pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.

Kepala Teknik Tambang Ceria, Alpi Cekdin, menambahkan bahwa perusahaan secara konsisten menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) yang mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Sudharto P. Hadi, menjelaskan bahwa standar penilaian saat ini semakin ketat dengan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Pendekatan ini menilai dampak lingkungan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir operasional perusahaan.

“Tercatat ada 1.806 inovasi lingkungan dan sosial yang dihasilkan perusahaan peserta PROPER tahun ini. Selain efisiensi, program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga di sekitar wilayah tambang,” kata Sudharto. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya