Dorong Bisnis Keberlanjutan dengan Penggunaan Kendaraan Logistik Ramah Lingkungan

Rahmatul Fajri
25/4/2026 17:42
Dorong Bisnis Keberlanjutan dengan Penggunaan Kendaraan Logistik Ramah Lingkungan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PLATFORM pengiriman dan perjalanan on-demand Lalamove resmi merilis Sustainability Report 2025 yang menyoroti capaian perusahaan dalam mendorong keberlanjutan bisnis, mulai dari kinerja lingkungan, keamanan informasi, keselamatan mitra pengemudi, hingga kontribusi sosial di berbagai pasar, termasuk Asia Tenggara.

Secara global, Lalamove melampaui target penggunaan kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEVs) lebih cepat dari target yang semula 2028, dengan lebih dari 60% pesanan di Tiongkok dipenuhi kendaraan ramah lingkungan. Pada kategori van, angkanya bahkan mencapai 67%.

Selain itu, Lalamove meraih sertifikasi ISO 27701 untuk sistem manajemen informasi privasi, mempertahankan tingkat operasional bebas cedera sebesar 99,9% di seluruh pasar, serta terus menghadirkan berbagai inisiatif dukungan bagi mitra pengemudi dan masyarakat.
Managing Director Lalamove Indonesia Andito B Prakoso menyampaikan sepanjang 2025 pihaknya terus mewujudkan komitmen keberlanjutan melalui langkah nyata dengan memanfaatkan pendekatan berbasis data di seluruh agenda ESG untuk memperluas dampak yang dihasilkan.

"Salah satu capaian penting tahun ini adalah secara global, Lalamove melampaui target penggunaan kendaraan energi baru tiga tahun lebih cepat dari rencana. Berbagai capaian ini menunjukkan keberlanjutan menjadi bagian dari cara kami beroperasi dan bertumbuh."

"Seiring ekspansi bisnis dan layanan yang terus tumbuh di Indonesia, kami tetap berkomitmen menciptakan nilai jangka panjang yang terukur bagi mitra pengemudi, pengguna, masyarakat, dan pemangku kepentingan,” kata Andito, di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Ia menerangkan sebagian besar jejak karbon Lalamove berasal dari emisi Scope 3 yang dihasilkan kendaraan mitra pengemudi. Sehingga percepatan penggunaan kendaraan energi baru (NEVs) jadi langkah utama perusahaan dalam menekan emisi.

"Dengan lebih dari 60% pesanan di Tiongkok telah dilayani menggunakan NEV dan melampaui target yang semula ditetapkan untuk 2028, Lalamove mencatat progres nyata mengurangi sumber emisi terbesarnya," kata dia.
Capaian ini, jelas dia, didorong oleh kerja sama berkelanjutan dengan produsen otomotif dan mitra rantai pasok untuk memperluas akses kendaraan ramah lingkungan bagi mitra pengemudi.

Selain itu, Lalamove juga meningkatkan efisiensi operasional melalui fitur rekomendasi rute (route suggestions) dan sistem order-matching yang lebih optimal, sehingga membantu menekan perjalanan tanpa muatan (empty mileage) serta emisi karbon per pengiriman.

Sejalan dengan itu, Lalamove turut memperkuat transparansi dalam pelaporan dampak iklim. Setelah menerbitkan pengungkapan iklim yang mengacu pada IFRS S2 pada 2024, perusahaan kembali meningkatkan mutu pelaporannya melalui analisis skenario kualitatif perdana pada 2025.

"Perusahaan juga mulai menerapkan pendekatan double materiality untuk memetakan isu ESG paling relevan bagi bisnis dan pemangku kepentingan. Langkah ini memberikan investor, mitra, dan masyarakat informasi yang lebih jelas terkait kinerja keberlanjutan serta pengelolaan risiko perusahaan," terang Andito.

Ia menambahkan keterlibatan komunitas juga menjadi bagian penting dari komitmen sosial. Selama 2025, inisiatif Deliver Care terus diperluas melalui empat fokus utama, yakni bantuan kebencanaan, dukungan bagi anak, kepedulian sosial, dan pemberdayaan komunitas.

"Kami meyakini pertumbuhan bisnis dan dampak sosial dapat berjalan beriringan serta saling memperkuat. Ke depan, perusahaan akan terus mendorong pencapaian target lingkungan, memperluas kontribusi bagi komunitas, serta menjaga transparansi penerapan praktik keberlanjutan di seluruh pasar tempat perusahaan beroperasi," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya