Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TES buta warna kerap menjadi syarat bekerja di sebuah institusi. Tes buta warna adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit buta warna, yaitu kondisi yang menyebabkan kualitas penglihatan terhadap warna terganggu.
Pada kondisi ini, seseorang kesulitan membedakan warna tertentu maupun warna secara keseluruhan.
Selain sebagai syarat masuk kerja atau sekolah, pemeriksaan buta warna juga sangat penting dan sangat dianjurkan untuk dilakukan sedini mungkin.
Buta warna menyebabkan pengidapnya tidak dapat melihat warna tertentu dengan jelas dan akurat.
Pengidap buta warna akan menjadi sulit membedakan beberapa warna karena terlihat serupa.
Baca juga: Kowani Teguhkan Komitmen Bantu Penurunan Angka Stunting
Pada dasarnya, penyakit ini dibedakan menjadi dua, yaitu buta warna sebagian alias buta warna parsial yang membuat pengidapnya tidak bisa membedakan warna tertentu dan ada juga buta warna total, yaitu tidak bisa melihat warna sama sekali.
Uniknya, banyak pengidap buta warna yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan ini.
Buta warna bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Secara umum warisan genetic dari orang tua juga dapat menjadi salah satu pemicunya.
Namun, ada faktor lain yang juga bisa menjadi pemicu buta warna, seperti cedera fisik, paparan zat kimia tertentu, kerusakan saraf optik, kerusakan fungsi bagian otak, katarak, serta proses alami, yaitu penuaan pada usia lanjut.
Baca juga: Kerap Lama Menatap Monitor? Waspadai Gangguan Sindroma Mata
Buta warna juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu seperti diabetes, glaukoma, atau multiple sclerosis.
Tes buta warna penting untuk dilakukan, terutama pada anak-anak. Hal itu bertujuan memastikan ada atau tidaknya kelainan buta warna pada anak.
Dengan begitu, orangtua memiliki bekal yang dibutuhkan untuk menentukan tindakan yang perlu diambil untuk mengatasinya, hingga dalam merencanakan masa depan anak.
Sejauh ini tidak ada pengobatan atau prosedur medis yang membuat buta warna bisa sembuh total.
Namun terdapat alat bantu berupa kontak lensa dan kacamata agar pasien buta warna dapat melihat warna lebih jelas. (OL-1)
Kenali penyebab buta warna atau discromatopsia, faktor keturunan melalui kromosom X, serta metode deteksi menggunakan Buku Ishihara menurut pakar IPB.
Gangguan persepsi warna bukan sekadar buta warna biasa. Kenali hubungan perubahan warna mata dengan gejala kanker otak hingga risiko kanker kandung kemih.
Studi terbaru mengungkap hubungan mengejutkan antara buta warna dan risiko kematian kanker kandung kemih akibat keterlambatan deteksi gejala urine berdarah.
Sebuah tim ilmuwan dari Amerika Serikat mengklaim menemukan warna baru yang belum pernah dilihat manusia, yang mereka beri nama "olo".
Buta warna bersifat turun-temurun dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.
Nah apa saja bentuk pewarisan sifat pada makhluk hidup dan kelainan sifat yang diturunkan? Lebih jelasnya pelajari uraian berikut.
Dokter spesialis mata dr. Florence Meilani Manurung menjelaskan katarak juvenil pada usia muda, faktor pemicu, hingga target operasi katarak nasional.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik memperingatkan bahaya penggunaan obat tetes mata steroid tanpa resep yang dapat memicu katarak dan glaukoma.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menyarankan penggunaan kacamata pelindung UV untuk mencegah katarak. Simak tips memilih kacamata yang tepat di sini.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menjelaskan mengapa katarak sering tidak disadari dan apa saja gejala awal yang perlu diwaspadai.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menegaskan operasi adalah satu-satunya jalan sembuhkan katarak. Simak fakta, mitos, dan faktor risikonya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved