Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Perhimpunan profesi kedokteran tengah menyusun revisi pedoman tata laksana penanganan covid-19. Hal itu disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto.
"Dari profesi sedang merevisi pedoman tata laksana covid-19 sesuai dengan perkembangan-perkembangan baru dalam publikasi jurnal maupun rekomendasi WHO," kata Agus saat dihubungi, Rabu (14/7).
Adapun, Agus menyebut, pedoman tata laksana merupakan living document yang berubah-ubah sesuai dengan temuan baru dalam hal tata laksana covid-19. Ia menyatakan revisi tersebut disusun utuk penanganan covid-19 secara keseluruhan, bukan hanya merujuk pada penanganan satu varian tertentu. Karena sejauh ini terdapat banyak perkembangan yang harus diimplementasikan dalam penanganan di lapangan.
Baca juga: Vaksin Door to Door Bisa Jadi Terobosan Percepat Vaksinasi Covid-19
Penyusunan revisi tersebut dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiosvaskular Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi intensif Indonesia, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia.
"Sebelumnya kami juga sudah pernah melakukan tiga kali revisi, dan sekarang mau keluar edisi keempat," ucap Agus.
Agus belum bisa menyampaikan poin-poin apa saja yang akan masuk dalam revisi tersebut. Namun demikian, ia memastikan bahwa buku pedoman tata laksana penanganan covid-19 yang baru akan dikeluarkan secepatnya.
Sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah juga akan memperbarui tata laksana perawatan pasien covid-19 varian delta. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari perburukan pada pasien covid-19 yang mendapatkan perawatan di rumah sakit.
"Jadi pasien varian delta ini, ada perubahan pola saat masuk ke tubuh pasien. Jadi hasil pengamatan kami pertama, dia CT-nya rendah. Jadi kalau dulu CT 20 saja sudah rendah, sekarang bisa 16, 12, bahkan ada yang sampai 8 atau 9," beber Budi.
Salah satu poin penting yang harus menjadi perhatian dalam penanganan pasien covid-19 yang terpapar varian delta, kata Budi, ialah mempercepat intervensi penanganan, baik pemberian obat maupun oksigen dan ventilator. (H-3)
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Vaksin influenza trivalen kembali menjadi standar global setelah WHO merekomendasikan penghapusan komponen garis keturunan B/Yamagata.
AI dan teknologi genomik mempercepat diagnosis penyakit langka. Inovasi ini membuka akses pengobatan lebih cepat bagi jutaan pasien di dunia.
Taiwan melaporkan capaian Gold Tier WHO dalam eliminasi hepatitis C dengan diagnosis 90,2% dan pengobatan 92,6%, mendekati target global 2030.
Indonesia pimpin suara Global South dalam negosiasi WHO Pandemic Agreement 2026. Cek latar belakang Uni Eropa dinilai hambat kesetaraan akses kesehatan global.
IDAI mendorong daycare mematuhi regulasi PAUD dan standar nasional untuk mencegah kekerasan anak serta memastikan tumbuh kembang yang optimal.
Setiap lembaga pengasuhan anak wajib menyediakan fasilitas yang dapat dipantau langsung, seperti CCTV, agar orang tua memiliki akses terhadap apa yang terjadi pada anaknya.
Guru daycare diharapkan memiliki kompetensi pemenuhan kesehatan anak, termasuk apabila terjadi kecelakaan seperti tersedak, tersetrum, dan sebagainya.
IDAI menegaskan bahwa daycare atau Taman Penitipan Anak (TPA) seharusnya dipahami sebagai tempat pengasuhan, bukan sekadar tempat menitipkan anak.
Campak kembali mengancam anak-anak di Indonesia. IDAI ungkap satu penderita bisa menulari hingga 18 orang, risiko pneumonia hingga kematian meningkat.
IDAI menyatakan vaksin influenza trivalen aman bagi balita mulai usia 6 bulan, ibu menyusui, dan komorbid. Simak dosis dan rekomendasi WHO terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved