Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OLAHRAGA merupakan salah satu pilar hidup sehat selain pemenuhan nutrisi, istirahat cukup, dan pengendalian stres. Agar membawa manfaat maksimal, olahraga perlu dilakukan secara benar.
Untuk itu, informasi yang valid terkait olahraga sangat dibutuhkan sebagai panduan. Namun sayang, ada sejumlah mitos terkait olahraga yang kerap membingungkan masyarakat.
Apa saja mitos-mitos itu dan seperti apa fakta yang sebenarnya? Berikut penjelasan Health and Nutrition Science Nutrifood, Rendy Dijaya Muliadi, S.Si, dalam forum edukasi Nutriclass yang digelar secara virtual oleh Nutrifood dan Aliansi Jurnalis Independen beberapa waktu lalu.
“Pertama, mitos bahwa olahraga harus dilakukan setiap hari. Ini tidak benar, sebab tubuh butuh istirahat paling tidak satu hari dalam sepekan untuk memulihkan otot,” terang Rendy pada kegiatan bertema Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Tidur serta Olahraga itu.
Ia menjelaskan, Badan kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan panduan jadwal olahraga yang baik. Yakni mencakup olahraga aerobik (seperti jalan dan lari) intensitas sedang 30 menit sehari, dilakukan 5 kali dalam sepekan, atau 150 menit per minggu.
Lalu, olahraga aerobik intensitas tinggi 25 menit per hari, 3 kali dalam sepekan, atau 75 menit per minggu. Serta olahraga beban 2 kali per minggu.
Mitos selanjutnya, olahraga di sore hari lebih bermanfaat daripada pagi hari. Sejauh ini belum ada penelitian yang dapat menyimpulkan bahwa olahraga di waktu tertentu memberikan manfaat lebih baik.
“Yang penting adalah konsistensi dan enjoy. Juga diimbangi dengan asupan nutrisi dan istirahat cukup,” imbuh Rendy dalam keterangan pers, Selasa (16/2).
Berikutnya, mitos semakin berkeringat menandakan olahraga semakin baik. Faktanya, pengeluaran keringat berbeda-beda antarindividu, bergantung faktor-faktor seperti jenis kelamin, genetik, kondisi lingkungan, dan jenis pakaian.
Lalu, mitos yang sangat populer: no pain, no gain. Banyak yang meyakini, kalau tidak nyeri atau pegal sesudah olahraga, berarti olahraga kurang efektif. Padahal, olahraga yang tidak menyebabkan pegal, seperti jalan santai, bersepeda, dan jogging juga memberi manfaat kesehatan yang berarti, tentunya selama durasinya memenuhi standar.
Mitos lain, perempuan jangan angkat beban, nanti ototnya membesar seperti laki-laki. Faktanya, laki-laki dan perempuan berbeda secara fisiologis. Laki-laki memiliki hormon testosteron yang lebih banyak sehingga lebih mudah membentuk otot dari pada perempuan.
“Jadi perempuan jangan takut olahraga beban. Lagi pula, manfaat angkat beban banyak sekali. Seperti, meningkatkan kekuatan tubuh, membantu pembakaran lemak, memperkuat tulang, dan mencapai body goal yang lebih ideal,” papar Rendy.
Bagaimana dengan sit up yang diyakini efektif membakar lemak lokal di perut? Ini juga mitos. Menurut Rendy, sejauh ini belum ada penelitian yang menyimpulkan olahraga dengan menargetkan bagian tubuh tertentu dapat membakar lemak pada bagian tersebut secara khusus.
“Yang pasti, latihan yang terfokus pada suatu bagian tertentu bermanfaat untuk perkembangan otot di bagian tersebut.”
Mitos dan Fakta Seputar Tidur
Selain yang terkait olahraga, ada pula mitos seputar tidur. Misalnya, mendengkur dianggap penanda tidurnya pulas dan artinya baik. Padahal, mendengkur terjadi akibat aliran udara pernapasan melewati jalur pernapasan di tenggorokan sehingga jaringan sekitar bergetar hingga keluar bunyi dengkuran.
Jadi, tidak berhubungan dengan kepulasan tidur. Pada sejumlah kasus, mendengkur justru merupakan indikasi gangguan kesehatan yang disebut sleep apnea.
“Dalam tidurnya, penderita sleep apnea bisa mengalami periode sumbatan napas beberapa kali sehingga sering terbangun di antara waktu tidurnya. Hal ini jelas mengganggu kualitas tidur, saat bangun pagi tidak merasa segar, dan sering mengantuk sepanjang hari. Sleep apnea bisa menyebabkan gangguan kesehatan lain yang berbahaya sehingga perlu segera ke dokter,” terang Rendy.
Bagaimana dengan tidur siang, apakah benar-benar membawa manfaat? Ternyata memang demikian faktanya. Tidur siang membuat tubuh lebih segar dan berenergi. Tapi jangan terlalu lama, cukup 20-an menit.
“Tidur siang yang terlalu lama justru membuat kita kurang fokus saat bangun dan dapat mengganggu waktu tidur di malam hari,” pungkas Rendy. (Nik/OL-09)
Menurutnya, kondisi sekarang membuat penggemar bulu tangkis harus realistis dalam beberapa tahun ke depan karena regenerasi tidak bisa instan.
Jonatan Christie yang turun di partai pertama menyerah 19-21, 14-21 dari Christo Popov, disusul kekalahan Alwi Farhan dari Alex Lanier.
Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, menjelaskan bahwa rangkaian persiapan ini sengaja dimulai lebih awal untuk menyelaraskan dengan jadwal pengundian grup.
Kekalahan langsung menjatuhkan Indonesia ke posisi ketiga klasemen grup dan tersingkir meski mengantongi dua kemenangan atas Aljazair dan Thailand.
Hobi olahraga ini diakui Acha bukan sekadar untuk menjaga penampilan, melainkan demi kesehatan jangka panjang dan menjaga stamina sebagai seorang ibu.
PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) terus mempererat hubungan kemitraan dengan 19 instansi yang berasal dari sektor pemerintah dan dunia usaha.
Fitur Nightography Samsung geser kamera profesional di kalangan atlet dunia. Simak rahasia foto malam hari yang tajam dan autentik di sini.
Tanda penuaan kini muncul sejak usia 20-an. Dokter ungkap penyebab utamanya dan cara mencegah kerutan dini akibat gaya hidup modern.
Eva Longoria ceritakan adaptasinya tinggal di Spanyol. Mulai dari meninggalkan budaya 'working lunch' yang stres hingga kerinduan pada makanan Meksiko.
Biaya hidup selangit dan tekanan mental membuat banyak orangtua milenial memilih memiliki satu anak.
Mulai dari kaset dianggap fosil hingga disket dikira ikon "Save" versi 3D, inilah kumpulan cerita kocak orangtua saat anak-anak mereka menemukan teknologi era 80-90an.
Gaya hidup warga Bekasi bergeser, olahraga kini jadi bagian lifestyle seiring hadirnya fasilitas sport dan wellness terintegrasi di pusat perbelanjaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved