Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KARENA pandemi covid-19, sampah medis menumpuk di bantaran sungai dan jika dibiarkan hal itu bisa mencemari lingkungan. Temuan itu didapat dari hasil riset gabungan tim peneliti IPB University dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Penelitian dilakukan dengan mengamati kondisi sampah di beberapa titik aliran sungai yang mengalir ke Teluk Jakarta selama pandemi selama Maret-April 2020. Hasil penelitian tersebut sudah dipublikasikan di International Journal of Chemospher-Elsevier.
Dalam hipotesisnya, guru besar IPB University dari Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Prof Etty Riani mengatakan selama pandemi, sampah medis di lingkungan meningkat, terutama di bantaran sungai akibat tingginya penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan pelindung wajah.
"Sebelum pandemi, terlihat banyak sampah di sungai yang cukup tinggi dan dominan dari bahan plastik. Komposisi yang sama juga ditemukan pada saat pandemi. Namun, ada jenis sampah baru di sungai itu yang akan dialirkan ke Teluk Jakarta yaitu limbah medis. Diperkirakan akan terjadi peningkatan atau "kebocoran" jumlah limbah medis yang sebelumnya tidak ditemukan, hingga mencapai 15-16%," ujarnya dikutip dari laman IPB University.
Menurut dia, kebocoran limbah medis terjadi akibat tingginya konsumsi alat pelindung diri sekali pakai di masyarakat seperti masker dan pelindung wajah. Di sisi lain, meski ada beberapa regulasi dalam penanganan limbah medis ini, sayangnya masih ada sebagian masyarakat yang melakukan pelanggaran dengan membuang alat pelindung diri secara sembarangan ke lingkungan hingga akhirnya masuk ke air atau sungai.
Dijelaskannya, penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga April 2020 di dua muara sungai yang mengalir ke Teluk Jakarta, yaitu Sungai Clincing dan Sungai Marunda. Tim mengumpulkan sampah dengan menggunakan jaring sepanjang 75 meter kemudian dilanjutkan dengan seleksi dalam pengelompokan jenis sampah.
Berdasarkan temuan penelitian, bobot sampah meningkat secara eksponensial. Dari segi kelimpahannya, jumlah sampah juga semakin meningkat karena adanya jenis sampah baru, yaitu sampah medis. Sampah tersebut didominasi oleh sampah plastik dan styrofoam.
"Dominasi sampah plastik adalah 46% kelimpahan atau jumlahnya setara dengan 57% dari berat sampahnya," tuturnya.
Etty menambahkan, dampak awal masuknya limbah medis ke sungai akan meningkatkan beban pencemaran dari sisi limbah. Namun tidak menutup kemungkinan limbah pembawa mikroorganisme patogen, yaitu pelepasan senyawa aditif dan menjadi wadah bagi "menempelkan" bahan berbahaya dan beracun yang sudah ada di ekosistem perairan.
"Di sisi lain, mikroplastik dari limbah medis yang dihasilkan dari limbah medis tersebut diperkirakan akan semakin banyak yang masuk ke lingkungan," pungkasnya.(van)
Pakar IPB Prof Ahmad Budiaman tegaskan pentingnya menjaga ekosistem hutan berdasarkan prinsip Islam dan Al-Qur'an untuk cegah bencana alam.
Studi terbaru mengungkap mikroplastik di sungai dan pesisir membawa biofilm berbahaya yang memicu resistensi antibiotik.
Setiap prosedur hemodialisis untuk mengatasi gagal ginjal membutuhkan infrastruktur, energi listrik, dan air dalam jumlah besar.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Menurut Jumhur, tantangan lingkungan hidup di Indonesia cukup kompleks dan membutuhkan penanganan bertahap.
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Pemerintah melangkah lebih jauh dalam mewujudkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan CitraRaya, Tangerang, tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis metode controlled landfill.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang mencatat produksi sampah di kota itu mencapai 700 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved