Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA kesehatan ginjal ternyata tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu, tetapi juga memiliki kontribusi besar terhadap kelestarian bumi. Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB Pernefri), Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH..
Pringgodigdo menyoroti bahwa penyakit ginjal tahap akhir memerlukan terapi pengganti atau kidney replacement therapy yang memiliki jejak lingkungan sangat tinggi.
Terapi ini, baik melalui metode dialisis (cuci darah) maupun transplantasi, berfungsi menggantikan kerja ginjal yang telah menurun drastis, meski tidak dapat menyembuhkan kerusakan organ tersebut sepenuhnya.
Salah satu metode yang paling umum digunakan masyarakat adalah hemodialisis. Namun, efektivitas terapi ini dibarengi dengan konsumsi sumber daya alam yang masif.
Pringgodigdo menjelaskan bahwa setiap prosedur hemodialisis membutuhkan infrastruktur, energi listrik, dan air dalam jumlah besar.
“Dan yang bikin limbah lingkungan itu terapi pengganti ginjal dialisis, cuci darah, itu yang tinggi sekali jejak lingkungannya. Jadi kalau kita bisa mencegah penyakit ginjal, akhirnya lingkungan pun terselamatkan,” kata Pringgodigdo.
Secara teknis, satu sesi hemodialisis untuk satu pasien memerlukan sekitar 120 liter air. Dengan frekuensi rutin dua hingga tiga kali seminggu, akumulasi penggunaan air, listrik, serta produksi limbah medis dari bahan habis pakai menjadi tantangan tersendiri bagi ekosistem.
Mengingat besarnya dampak biomedikal yang dihasilkan, PB Pernefri mulai mendorong penerapan konsep Green Dialysis. Konsep ini bertujuan untuk mengurangi jejak karbon dari layanan kesehatan tanpa mengurangi kualitas perawatan pasien.
Langkah ini sejalan dengan tema Hari Ginjal Sedunia 2026, yaitu "Caring for People, Protecting the Planet" (Merawat Kesehatan Ginjal, Melindungi Bumi).
Kampanye ini mengajak sistem pelayanan kesehatan global untuk bergerak menuju arah yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Sebagai solusi jangka panjang, Pringgodigdo menekankan bahwa pencegahan dan deteksi dini adalah kunci utama. Penggunaan teknologi terbaru melalui biomarker diharapkan dapat membantu mengidentifikasi gangguan ginjal lebih awal sebelum memasuki tahap kritis.
“Pencegahan, deteksi dini, terapi optimal untuk menghambat progresivitas ke penyakit ginjal tahap akhir, dan yang tidak kalah penting juga edukasi masyarakat. Merawat ginjal sejak dini, untuk masa depan yang lebih sehat, dan melindungi bumi yang kita cintai,” pungkas Pringgodigdo. (Ant/Z-1)
Teknologi AI kini memperkuat layanan dialisis atau cuci darah dengan analisis data real-time untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien penyakit ginjal kronis.
Penyakit ginjal kronis (PGK) sering tidak bergejala di awal. Kenali penyebab, stadium, hingga tips menjaga kesehatan ginjal dari Prof. dr. Aida Lydia.
Gagal ginjal kini banyak menyerang usia muda akibat pola hidup tidak sehat. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya sejak dini agar tidak berujung cuci darah.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari EMC Healthcare, konsumsi minuman tinggi gula dan makanan dengan kadar garam berlebih menjadi kebiasaan yang turut memperberat kerja ginjal.
Gagal ginjal sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Kenali tanda-tanda seperti kelelahan, edema, hingga perubahan urine untuk penanganan sedini mungkin.
PEMULIHAN layanan kesehatan di RSUD Langsa terus berlangsung secara bertahap usai diterjang banjir bandang yang melanda Kota Langsa, Aceh, dan sekitarnya pada akhir November 2025.
INOVASI penggunaan dialiser generasi terbaru seperti HD Theranova dan HDX (hemodialisis ekspansi) dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik (PGK)
Pada kegiatan itu, anak-anak berusia 7–15 tahun mengikuti berbagai kegiatan menarik, seperti lomba, sesi mendongeng bersama Kak Ojan, dan bernyanyi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved