Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT ginjal kronis (PGK) bukanlah kondisi yang terjadi secara tiba-tiba. Gangguan ini berkembang dalam jangka panjang dan menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara bertahap. Jika tidak dideteksi dini dan ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memburuk hingga mencapai tahap gagal ginjal.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi RS Pondok Indah – Pondok Indah, Prof. dr. Aida Lydia, Ph.D, Sp. P.D, Subsp. G.H. (K), menjelaskan bahwa pada tahap akhir atau stadium lima, yang dikenal sebagai End-Stage Renal Disease (ESRD), ginjal tidak lagi mampu menjalankan fungsi vitalnya.
"Pada tahap ini, ginjal tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara optimal, seperti menyaring darah, membuang limbah metabolisme, serta menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan keasaman darah," ujar Prof. Aida.

Tantangan terbesar dalam menangani PGK adalah sifatnya yang "senyap". Keluhan biasanya baru dirasakan saat kondisi sudah memasuki stadium lanjut. Berikut adalah beberapa gejala dan komplikasi yang perlu diwaspadai:
| Kategori | Manifestasi Klinis |
|---|---|
| Gejala Fisik | Pembengkakan tangan/kaki, sesak napas (cairan di paru), urine berbusa. |
| Gangguan Internal | Kadar kalium tinggi, anemia, tulang rapuh, malnutrisi. |
| Risiko Komplikasi | Penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, hingga stroke. |
Dua penyebab utama PGK yang paling sering dijumpai adalah diabetes dan hipertensi. Pada penderita diabetes, kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah halus (nefron) di ginjal. Sementara itu, hipertensi yang tidak terkontrol merusak pembuluh darah organ vital secara sistemik.
"Hubungan antara jantung dan ginjal sangat erat di mana gangguan pada salah satu organ dapat memengaruhi fungsi organ lainnya," tambah Prof. Aida.
Selain kedua faktor tersebut, PGK juga dapat dipicu oleh radang ginjal (glomerulonefritis), infeksi, sumbatan saluran kemih (batu ginjal/prostat), penyakit autoimun seperti lupus, hingga konsumsi obat-obatan toksik bagi ginjal.
Prof. Aida juga menyoroti penggunaan istilah "cuci darah" di masyarakat yang sering memicu ketakutan. Istilah medis yang benar adalah hemodialisis (HD). Pemahaman yang keliru sering kali membuat pasien menunda pengobatan yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk menyaring limbah dan cairan berlebih.
PGK terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap selama lebih dari 3 bulan hingga bertahun-tahun, ditandai dengan kelelahan, pembengkakan, atau perubahan frekuensi buang air kecil.
Kerusakan ginjal yang sudah berlangsung lama bersifat permanen. Namun, dengan perawatan tepat dan pola makan sesuai, penurunan fungsi ginjal dapat diperlambat sehingga kualitas hidup tetap terjaga.
Harapan hidup bersifat individual. Dengan pengobatan komprehensif, dialisis, atau transplantasi, serta dukungan keluarga dan gaya hidup sehat, penderita dapat bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama.
"Penting bagi setiap individu untuk lebih peka terhadap perubahan pada tubuh. Dengan meningkatkan kesadaran, kita dapat mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut dan menjaga kualitas hidup tetap optimal," tutup Prof. Aida. (Z-1)
Teknologi AI kini memperkuat layanan dialisis atau cuci darah dengan analisis data real-time untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien penyakit ginjal kronis.
Gagal ginjal kini banyak menyerang usia muda akibat pola hidup tidak sehat. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya sejak dini agar tidak berujung cuci darah.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari EMC Healthcare, konsumsi minuman tinggi gula dan makanan dengan kadar garam berlebih menjadi kebiasaan yang turut memperberat kerja ginjal.
Gagal ginjal sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Kenali tanda-tanda seperti kelelahan, edema, hingga perubahan urine untuk penanganan sedini mungkin.
Setiap prosedur hemodialisis untuk mengatasi gagal ginjal membutuhkan infrastruktur, energi listrik, dan air dalam jumlah besar.
Peneliti ungkap alasan mengejutkan di balik tingginya angka kematian jantung pada pasien ginjal. Partikel kecil dari ginjal ternyata aktif meracuni jantung.
Deteksi dini gejala batu ginjal diperlukan agar Anda dapat mengambil langkah pencegahan sebelum merembet jadi operasi batu ginjal.
TRANSPLANTASI ginjal kini diakui sebagai terapi pilihan utama bagi pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium akhir.
Pengaruh positif ini berasal dari meningkatnya jumlah bakteri baik dalam usus, yang mampu mencegah masuknya racun ke sirkulasi darah dan memperlambat kerusakan pada organ.
Penelitian dari Tiongkok dan Jepang menunjukkan berjalan kaki 7.000 hingga 12.000 langkah per hari dapat meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis sebelum dialisis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved