Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES belum bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol. Dengan pengendalian gula darah yang baik, diabetisi (penyandang diabetes) bisa hidup normal dan produktif. Dalam upaya pengendalian ini, dukungan keluarga dan orang sekitar sangatlah penting. Mengapa?
“Sebab, upaya pengendalian ini berlangsung seumur hidup. Peran keluarga atau caregiver (pendamping) sangat penting untuk memotivasi dan memberi dukungan dalam berbagai bentuk, agar diabetisi tidak merasa berjuang sendirian,” papar dokter pakar diabetes Prof. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD pada webinar memeringati Hari Diabetes Sedunia yang digelar Diabetasol.
Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menjelaskan, pengendalian diabetes mencakup perubahan gaya hidup, termasuk pola makan, olahraga, istirahat, dan manajemen stres.
“Bagi sebagian orang, hal ini tidak mudah karena mengubah kebiasaan yang selama ini dilakukan. Misalnya, mengurangi hobi ngemil manis, lebih aktif bergerak, dan tidur cukup,” jelas Prof.Sidartawan pada keterangan pers, Minggu (6/120.
Dari sisi psikologis, didiagnosis menyandang diabetes bisa menjadi beban pikiran karena ada risiko komplikasi. Ditambah lagi, sebagian diabetisi harus teratur mengonsumsi obat atau menggunakan insulin setiap hari dalam jangka panjang, bahkan seumur hidup.
Karena itulah, Prof. Sidar, sapaan akrab Sidartawan, menekankan pentingnya anggota keluarga dan caregiver lain memiliki pengetahuan memadai tentang diabetes agar mampu mendukung diabetesi dengan optimal.
“Beberapa hal yang perlu dikuasai keluarga/caregiver di antaranya pengetahuan dasar tentang diabetes, strategi mengubah rutinitas, cara mengatasi aspek emosional diabetesi, serta bagaimana membangun kemandirian diabetesi agar tidak tergantung pada orang lain.
Selain itu, keluarga perlu memiliki pengetahuan memadai mengenai perawatan dan manajemen diabetes yang tepat,” terang dokter yang tergabung sebagai Executive Committee Member International Diabetes Federation Western Pacific Region (2009-2015) ini.
Sejatinya, kata Prof. Sidar, jika diabetisi dan caregiver memiliki pengetahuan yang cukup, pengendalian diabetes bakal lebih mudah. Misalnya soal pengaturan makan, banyak diabetisi bingung karena banyak pantangan hingga akhirnya bosan dengan menu yang itu-itu saja.
“Padahal, diabetisi boleh makan semua jenis makanan asal tahu batasannya. Misal mau makan durian, boleh sesekali, sepotong kecil. Pola makan diabetisi itu pola makan sehat bergizi seimbang, mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, dengan memperhatikan 3J, jumlah, jenis, dan jadwalnya,” kata Presiden Pengurus Besar Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) ini.
Prof. Sidar mengingatkan, di masa pandemi Covid-19 ini diabetisi maupun caregiver perlu berupaya ekstra mengontrol gula darah dan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, dibanding orang pada umumnya, diabetisi lebih rentan terkena Covid-19. Selain itu, ketika terinfeksi Covid-19, diabetisi berisiko mengalami keparahan yang lebih tinggi.
Pada kesempatan sama, Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition Kalbe Nutritional, Tunghadi Indra, mengatakan, pengendalian diabetes sangat bergantung pada kepatuhan dan kedisiplinan diabetesi menjalankan gaya hidup dan pola makan sehat. “Dukungan keluarga sangat penting agar diabetesi bersedia mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat,” ujar Tunghadi.
Untuk itu, pada peringatan Hari Diabetes Sedunia tahun ini pihaknya melalui produk nutrisi diabetisi, Diabetasol, mengadakan kampanye ‘Bersama Diabetasol, Sayangi Dia‘. Kampanye ini mengajak semua pihak mulai dari tenaga medis, keluarga, kerabat, dan sahabat untuk memberikan dukungan bagi diabetisi.
“Diabetasol sendiri berkomitmen untuk mempermudah upaya keluarga sebagai caregiver melatih kedisiplinan dan mengontrol asupan nutrisi penyandang diabetes," imbuh Tunghadi.
Salah satu kegiatan dalam kampanye itu ialah edukasi secara live di 21 kota besar dengan melibatkan Klikdokter dan anggota Persadia, serta edukasi bersama sejumlah rumah sakit di Indonesia. Tercatat, edukasi itu diikuti 10.802 peserta yang terdiri dari diabetesi dan anggota keluarga.
“Berbagai informasi pendukung mengenai diabetes yang perlu dipahami oleh diabetesi dan caregiver/keluarga juga dapat diakses dihttps://diabetasol.com/id,,” imbuhnya.
Diabetasol juga menyalurkan donasi Alat Pelindung Diri berupa masker dan hand sanitizer serta produk nutrisi diabetes untuk perlindungan terhadap diabetes selama pandemi Covid-19 senilai total Rp500 juta bagi para caregiver yang berada di komunitas maupun rumah sakit. (Nik/OL-09)
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Waspadai tanda perdarahan mata pada penderita diabetes. Kenali gejalanya dan lakukan pencegahan sejak dini untuk mencegah kebutaan.
Dark chocolate ternyata tidak selalu berbahaya. Kandungan flavonoidnya justru dapat membantu mengontrol gula darah dan menurunkan risiko diabetes jika dikonsumsi tepat.
Diabetes sering tak disadari dan berbahaya. Kenali gejala, kadar gula normal, hingga cara mencegah dan mengendalikan penyakit ini.
Studi terbaru mengungkap peran "gut virome" atau kumpulan virus usus dalam mengatur metabolisme karbohidrat dan mencegah risiko diabetes pada tikus dan manusia.
Gangguan pencernaan kerap muncul akibat pergeseran pola makan dari masa Ramadan ke Lebaran, terutama saat konsumsi makanan tinggi lemak meningkat sementara asupan serat justru berkurang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved