Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
COKELAT selama ini sering dianggap sebagai makanan yang harus dihindari, terutama bagi penderita diabetes. Kandungan gula yang tinggi membuat cokelat identik dengan peningkatan kadar gula darah. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, khususnya jika berbicara tentang dark chocolate.
Dilansir dari laman EMC Healthcare, dark chocolate justru memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya membantu mengurangi risiko diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Berbeda dengan milk chocolate atau white chocolate, dark chocolate mengandung lebih banyak kakao yang kaya akan flavonoid dan polifenol. Senyawa ini merupakan antioksidan yang mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta berperan dalam menjaga kesehatan metabolisme tubuh.
Sejumlah penelitian menunjukkan kandungan flavonoid dalam dark chocolate dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Artinya, tubuh menjadi lebih efektif dalam menggunakan insulin untuk mengontrol kadar gula darah. Dengan kondisi ini, risiko lonjakan gula darah dapat ditekan.
Tak hanya itu, flavonoid juga diketahui dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa di usus serta menghambat enzim yang memecah karbohidrat menjadi gula. Mekanisme ini membuat kadar gula darah tidak naik secara drastis setelah makan.
Selain manfaatnya dalam mengontrol gula darah, dark chocolate juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini membantu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, maupun lemak berlebih. Karena itu, dark chocolate dinilai cocok sebagai alternatif camilan bagi penderita diabetes maupun orang yang sedang menurunkan berat badan.
Namun, tidak semua produk dark chocolate memiliki manfaat yang sama. Para ahli menyarankan untuk memilih dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70%. Semakin tinggi kadar kakao, semakin tinggi pula kandungan flavonoid dan semakin rendah kadar gula di dalamnya.
Dark chocolate juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan cokelat biasa, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Meski demikian, konsumsi tetap harus dibatasi. Dark chocolate tetap mengandung kalori dan lemak, sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare serta berpotensi meningkatkan berat badan.
Dengan porsi yang tepat, dark chocolate dapat menjadi camilan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan, termasuk membantu menurunkan risiko diabetes. (EMC Healthcare/Z-2)
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
Penelitian terbaru menunjukkan teh hijau mampu meningkatkan metabolisme, melindungi otot, dan membantu tubuh membakar lemak tanpa efek negatif.
Diperkaya antosianin dan flavonoid, bunga telang bukan sekadar hiasan taman, tapi juga pelindung alami bagi penglihatan Anda.
Baca terus untuk mempelajari tentang makanan terbaik demi meningkatkan kemampuan otak yang dapat membantu menjaga ketajaman memori, meningkatkan konsentrasi, dan kesehatan kognitif.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan meningkatkan konsumsi makanan dan minuman yang kaya flavonoid, seperti beri, teh, dan anggur merah, menurunkan risiko demensia hingga 28%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved