Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MINIMNYA kegiatan manusia di Wisata Alam Loh Buaya Pulau Rinca Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat komodo lebih aktif. Perilaku komodo tersebut diketahui setelah melakukan serangkaian penelitian yang dilakukan oleh IPB pada 21 Juni sampai 11 September 2020.
"Sifat komodo di Loh Buaya cenderung lebih aktif dibandingkan sebelum pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Komodo berani menjamah lokasi yang lebih luas," kata peneliti hewan amfibi dan reptil (herpetologis) sekaligus dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Mirza Dikari Kusrini saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/11).
Menurutnya, sifat liar dari komodo harus tetap dipertahankan dan tidak boleh terlalu dekat dengan banyak manusia. Karenanya, ia menilai pembangunan wisata yang sudah dibangun sudah cukup baik karena mengurangi intensitas untuk kontak langsung.
"Perilaku komodo dapat berubah bila ada interaksi terlalu tinggi dengan wisatawan sehingga interaksi tersebut perlu dikurangi. Hasil dari penelitian juga menunjukkan bahwa populasi dan habitat komodo dalam Kawasan Nasional Komodo (TNK) tetap terjaga," ujar Mirza.
Selain itu, Mirza meminta kepada pemerintah pusat dan daerah untuk lebih memperhatikan kondisi komodo. Ini karena masih ada ancaman terhadap kehidupan komodo antara lain dengan masuknya spesies lain, seperti kodok bangkong yang beracun.
"Hal ini berlaku juga kepada komodo yang di luar TNK. Komodo-komodo tersebut kurang diperhatikan," ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi mempertanyakan realisasi pembangunan wisata premium dengan sifat komodo yang diharapkan tidak mengubah sifat liar dari komodo.
"Ini yang akan menjadi rekomendasi DPR. Komodo kalau tidak ada manusia lebih bahagia. Ketika pembangunan wisata premium ini akan mendatangkan lebih banyak wisata, apakah sifat komodo yang aktif ini masih bisa dipertahankan atau malah merasa terganggu?" ungkap Dedi.
Selain itu, Dedi juga mengingatkan kodok bangkong sering terbawa di kapal-kapal menuju TNK sehingga kodok beracun tersebut dimakan oleh komodo. Hal ini perlu diperhatikan oleh setiap penjaga kapal untuk selalu membersihkan kapalnya agar tidak ada kodok bangkong. (OL-14)
Ia menilai Kemendagri sebagai lembaga pembina pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemda setempat yang memiliki perlintasan sebidang.
Politisi Fraksi PKS ini mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur fisik perkeretaapian di kawasan aglomerasi penting dilakukan.
DPR RI mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
penilaian lembaga internasional JP Morgan yang menempatkan Indonesia pada posisi atas dalam ketahanan energi mencerminkan bahwa fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah sudah tepat.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mendukung pembatasan kunjungan TN Komodo 1.000 orang/hari demi konservasi, namun meminta evaluasi dampak ekonomi lokal.
Tiga pemburu liar bersenjata di TN Komodo segera disidang. Kasus ini mengancam rantai makanan komodo, sementara lima pelaku lain masih buron.
Kebijakan pembatasan kunjungan ke Taman Nasional Komodo memicu polemik. BTNK fokus pada daya dukung lingkungan, sementara pelaku wisata keluhkan kesiapan sistem.
WNA Spanyol itu terdiri dari suami, istri, dan seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki,
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan ilegal satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
KECELAKAAN kapal wisata kembali terjadi di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, kapal wisata Angin Mamiri dihantam gelombang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved