Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA sudah merdeka selama 74 tahun dan hingga kini tetap mampu mempertahankan kemerdekan dengan segara dinamiikanya meski era internet dan media sosial kini sudah mulai digandrungi masyarakat.
Untuk mempererat jiwa nasionalisme dan persatuan bangsa sebagai aset dan modal terbesar, Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) dan KataIndonesia.com menggelar kompetisi konten positif bertema "Semangat Kemerdekaan dan Persatuan Dalam Melawan Hoax Demi Suksesnya Kepemimpinan dan Pembangunan Nasional 5 Tahun Kedepan".
Kompetisi itu memperlombakan konten berupa tulisan blog/rrtikel, desain grafis/meme, dan video blog (vlog) yang dimulai sejak 5 Agustus hingga 25 Agsutus mendatang.
Peserta lomba hanya perlu menautkan karyanya ke akun media sosial KataIndonesia di platform instagram dengan terlebih dahulu mendaftarkan diri lewat alamat surat elektronik redaksi@kataindonesia.com
Koordinator Nasional FPMSI Fajrin Hakim mengatakan, kompetisi narasi positif daring bagi kalangan warganet merupakan wujud kontribusi warganet dan insan Media daring, terutama Komunitas FPMSI bersama KataIndonesia dalam memeriahkan semangat kemerdekaan Indonesia mewadahi potensi warganet di Indonesia.
Baca juga : Begini Efek Media Sosial Terhadap Kepuasan Hidup
"Kompetesi berhadiah total lebih dari Rp10 juta ini juga dimaksudkan sebagai wadah sinergi kolaborasi masyarakat jejaring sosial online dengan elemen masyarakat lainnya guna menciptakan semangat kemerdekaan yang damai, bersatu dan bermartabat tanpa hoaks guna berkontribusi demi suksesnya Kepemimpinan dan Pembangunan Nasional 5 tahun kedepan" kata Fajrin.
Pemimpin Redaksi KataIndonesia Hafyz Marshal mengatakan ,kompetisi ini digelar untuk menyerap semangat Kemerdekaan Indonesia ke-74,
Melalui kompetisi online narasi positif tersebut, ia meyakini bakat terbaik dari para insan penggiat dunia maya di Tanah Air dapat tersaring ke arah yang positif.
Sehingga nanrtinya bisa menguatkan rasa persatuan, semangat rekonsiliasi naisonal, dan rasa kebersamaan mewujudkan kemajuan bangsa.
"Kompetisi ini pendaftarannya cuma-cuma, alias gratis, dengan pemenang akan mendapatkan hadiah yang menarik dan seluruh masyarakat dapat berkontribusi mengirimkan karya terbaiknya". ujar Hafyz.
Ia pun berharap, kompetisi tersebut menjadi ajang kalangan pencinta pegiat media sosial dalam menyalurkan ide dan karya inovatif demi menangkal dan melawan konten maupun informasi negatif yang marak muncul seperti permasalahan kabar hoaks yang dapat memecah belah persatuan bangsa. (RO/OL-7)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved