Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah kericuhan yang sedang melanda masyarakat usai pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Pilkada di Parlemen, perhatian netizen di media sosial beralih ke unggahan Erina Gudono, istri Kaesang Pangarep, di Instagram.
Erina, menantu Presiden Joko Widodo, mengunggah beberapa momen dari perjalanannya di Amerika Serikat. Salah satu yang paling disorot adalah ketika ia berbelanja stroller bayi dengan merek mewah dan harga yang tinggi.
Selain itu, ia juga membagikan momen bersama sang suami, Kaesang Pangarep, saat menikmati roti kecil seharga Rp400 ribu di Grand Central Market, Los Angeles, California. "Mas Kaesang: 'Mahal banget roti 400 ribu'," tulisnya pada Instagram Story @erinagudono.
Baca juga : Kaesang Pilih Temani Istri S2 Dibanding Terjun Langsung di Pilkada
Tidak hanya itu, netizen juga mencurigai Erina menggunakan pesawat pribadi dalam perjalanan tersebut, berdasarkan unggahan yang menunjukkan jendela pesawat yang berbeda dari pesawat komersial pada umumnya.
Akibat dari serangkaian postingan ini, banyak netizen yang mulai membandingkan Erina dengan Marie Antoinette, ratu terakhir Prancis sebelum Revolusi Prancis yang terkenal karena gaya hidupnya yang mewah di tengah kemiskinan rakyat. Sejumlah pengguna media sosial X menyindir Erina dengan menyebutnya sebagai "Marie Antoinette masa kini."
Salah satu pengguna, @fajarnugros, menulis, "Hati-hati lho, sejarah mencatat yang bikin marah meledak itu Marie Antoinette yang tone deaf." Akun lain, @konserfatif, bahkan menulis "Welcome back, Marie Antoinette" dengan menyandingkan foto Erina dengan gambar Marie Antoinette.
Baca juga : Kaesang dan Erina Dinilai Lanjutkan Politik Dinasti Jokowi
Lantas, siapa sebenarnya Marie Antoinette, dan mengapa namanya terus dikaitkan dengan tokoh-tokoh yang dianggap tidak peka terhadap kondisi masyarakat?
Marie Antoinette adalah tokoh yang abadi dalam sejarah Prancis. Ia lahir sebagai putri dari Austria dan menjalani kehidupan yang penuh kemewahan, intrik politik, serta tragedi.
Sebagai ratu, ia tinggal di Istana Versailles yang megah, simbol kemewahan monarki Prancis. Kehidupan di istana, meski penuh intrik dan persaingan, diwarnai oleh pesta-pesta mewah dan koleksi seni mahal.
Baca juga : Masuki Era the Attention Economic, Remaja dan Perempuan Rawan Terobsesi atas Penampilan
Namun, gaya hidup borosnya memicu kemarahan rakyat Prancis yang saat itu menderita akibat kelaparan dan kemiskinan, menjadikannya simbol ketidakpedulian monarki.
Erina Gudono mungkin tidak sama dengan Marie Antoinette, tetapi perbandingan ini menunjukkan bagaimana perilaku yang dianggap tidak peka terhadap situasi sosial dapat menimbulkan reaksi keras dari publik.
Di era digital ini, di mana setiap gerakan dapat dipantau dan dikomentari, tindakan yang sepele pun dapat memicu gelombang kritik yang luas. (Z-3)
KETUA Umum Kaesang Pangarep memimpin langsung konsolidasi besar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Lampung melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil).
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Raja Juli Antoni juga menegaskan bahwa PSI merupakan partai yang terbuka bagi berbagai kalangan, baik muda maupun senior.
kehadiran Mr J nantinya akan memberikan dampak signifikan bagi perjalanan politik PSI ke depan.
POLITIKUS senior Rusdi Masse (RMS), resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kamis (29/1).
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memberikan target tinggi untuk Ketua PSI Sulawesi Selatan Muammar Gandi Rusdi.
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved