Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MODEL dan pengusaha Paris Hilton berharap agar anak-anaknya kelak tidak kecanduan media sosial. Saat menghadiri pertemuan keempat Propper Daley bertajuk "A Day of Unreasonable Conversation" di Los Angeles, Senin (25/3), Hilton menyampaikan dia ingin kedua anaknya "tumbuh di dunia yang baik" yang baginya lebih sedikit menggunakan media sosial.
“Saya hanya ingin anak-anak saya merasa begitu dicintai dan dilihat, serta menjadi generasi penerus yang membawa hal-hal positif ke dunia dan memiliki hati yang besar dan cinta yang besar. Itu adalah sesuatu yang sangat penting bagi saya,” ungkap Hilton seperti dilansir dari People, Selasa (26/3).
“Dan juga untuk menjalani dunia di luar media sosial, menghindari menggunakan ponsel mereka setiap waktu,” imbuhnya.
Baca juga : Sebelum Anak Kecanduan Medsos, Yuk Ikuti Rekomendasi Berikut
Menurutnya, hidup ketergantungan ponsel dan media sosial sangat merugikan anak-anak. Anak-anak tidak lagi keluar rumah dan bermain karena begitu sibuk dengan ponselnya.
“Jadi semoga anak-anak saya tidak kecanduan media sosial seperti saya,” tambah Hilton.
DJ dan pewaris ini telah memiliki seorang putra, Phoenix, 14 bulan, dan putri, London, 4 bulan, dengan suaminya Carter Reum.
Baca juga : Edukasi Imunisasi Anak Perlu Lebih Digencarkan
Awal bulan ini, Hilton berpose bersama putranya Phoenix dalam beberapa foto menggemaskan dari pesta ulang tahunnya. Sambil tersenyum dan duduk di atas pangkuan ibunya, Phoenix tampak menggemaskan dalam balutan set Burberry yang serasi dan sepatu Fendi kecil.
Hilton juga membagikan beberapa video putranya menari sambil berteriak, "Ya! Mini sliver! Ayo Phoenix!"
"Tidak ada yang lebih baik daripada merayakan bersama orang yang kamu cintai," tulis Hilton dalam captionnya. (Z-3)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Individu yang terjebak dalam adiksi judi memerlukan terapi medis karena adanya kerusakan struktur otak yang serupa dengan penyalahgunaan narkoba.
Motivasi setiap orang memulai perjudian sangat beragam, mulai dari sekadar iseng, tekanan lingkungan, hingga dorongan karakter pribadi.
Pakar FKUI Prof. Ari Fahrial Syam jelaskan bahaya tramadol jika disalahgunakan tanpa resep dokter. Simak gejala adiksi seperti tremor hingga gelisah di sini.
Cara seseorang merespons tekanan mental sangat menentukan apakah mereka akan terjatuh ke dalam jerat kecanduan atau tidak.
Efek jangka pendek dari menghirup gas ini adalah penonaktifan Vitamin B12 secara instan. Padahal, vitamin tersebut memegang peranan vital dalam menjaga integritas sistem saraf manusia.
WHO menyebut lebih dari 100 juta orang kini menggunakan rokok elektrik termasuk sedikitnya 15 juta anak usia 13–15 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved