Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI senior Tanah Air, Titiek Puspa, mengungkapkan rahasia kebugaran tubuhnya yang masih tetap prima di usia senjanya yang telah mencapai 86 tahun. Melalui pengalaman pribadinya, pola makan sehat dan kebiasaan home cooking menjadi kunci kebugaran Titiek Puspa.
Titiek Puspa mengungkapkan, sejak usia 40 tahunan, ia telah mengambil langkah konkret dengan mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula.
"Menjaga makanan. Saya sejak usia antara 40 (tahun), 30 ke 40 sudah mengurangi gula," ujar Titiek Puspa menyoroti pentingnya kesadaran akan pola makan sehat sebagai investasi untuk kesehatan jangka panjang.
Baca juga: Titiek Puspa Mengaku Tak Ingin Lagi Buat Lagu
Tidak hanya itu, penyanyi kelahiran Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan itu juga secara konsisten mengurangi asupan garam dan boga bahari yang dapat berdampak negatif pada kesehatan.
"Mengurangi garam, makanan fat (berlemak). Terus makanan yang menakutkan dari laut, seafood, yang keras. Itu saya lakukan kurang lebih saat usia saya 40. Kadang (saya hanya pakai) gula separuh kadang enggak sampai separuh," tambahnya.
Titiek Puspa menunjukkan komitmennya yang tinggi terhadap kesehatan dengan memantau secara ketat asupan gula dalam pola makannya.
Baca juga: Dua Album Titiek Puspa Hadir di Platform Streaming
Keputusannya untuk mengontrol konsumsi gula ini bahkan mencapai puncaknya saat ia mendapatkan protes dari anaknya. Protes tersebut muncul karena makanan yang disajikan Titiek Puspa dianggap kurang memiliki rasa.
Kejadian ini mencerminkan keseriusan dan konsistensi Titiek Puspa dalam menjalani gaya hidup sehat. Pengontrolan ketat terhadap gula tidak hanya sekadar pilihan, tetapi menjadi bagian integral dari pola makan sehari-harinya.
Meskipun mendapat sorotan dari anaknya terkait rasa makanannya, Titiek Puspa tetap teguh pada prinsip kesehatan yang diyakininya.
Dalam menjalani perubahan pola makan ini, Titiek Puspa tidak hanya memandangnya sebagai suatu kewajiban, tetapi sebagai investasi jangka panjang untuk kesejahteraan tubuhnya.
Kesadaran ini tidak hanya mencakup pengurangan gula, tetapi juga mencakup perhatian terhadap aspek kesehatan lainnya, seperti mengurangi garam dan memilih bahan makanan dengan cermat.
Kebiasaan positif lain yang diungkapkan Titiek Puspa adalah lebih sering mengonsumsi masakan yang dibuat sendiri di rumah. Ia jarang makan di restoran karena pernah mengalami reaksi tubuh yang tidak nyaman.
"Jadi saya itu sekarang home cooking jadi saya kalau di restoran yang enak kalau sudah kena bumbu masakan sudah (langsung pusing). Jadi sudah kampungan aja, kampungan aja," paparnya kepada wartawan, Kamis (23/11), di Kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Titiek Puspa juga membagikan perjalanan transformasi kesehatannya, dari masa-masa sering sakit hingga menjadi sosok yang jarang mengalami masalah kesehatan dan merasa lebih energik.
Kesaksiannya ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama mereka yang memasuki usia senja, untuk memperhatikan pola makan dan gaya hidup sehat guna menjaga kesehatan dengan baik. (Z-1)
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Devi Yanti membagikan panduan memilih tempat penitipan anak (daycare) yang aman, legal, dan transparan guna mencegah kekerasan pada anak.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin menyarankan jamaah haji gunakan SPF 50-80 untuk proteksi maksimal di cuaca ekstrem Tanah Suci. Simak tips lengkapnya.
Lagu Hidupku untuk Cinta pertama kali dipopulerkan oleh Titiek Puspa. Lagu ini dikenal luas karena pesan universal tentang cinta yang murni, tidak terikat oleh harta atau kemewahan.
Lagu Marilah Kemari dari Yoan Cocohamida bukan sekadar remake, tapi juga jembatan emosional lintas generasi yang menyatukan semangat masa lalu dan energi kekinian.
Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Titiek Puspa, diva legendaris Tanah Air yang telah menjadi ikon lintas generasi, meninggal dunia pada Kamis (13/4)
Vina Panduwinata mengungkapkan, kepergian Titiek Puspa di usia 87 tahun meninggalkan duka mendalam bagi insan musik Tanah Air.
Presiden Prabowo Subianto berharap dedikasi dan semangat Titiek Puspa akan selalu menjadi inspirasi bagi para seniman dan generasi penerus.
Selama hidup, kata Petty Tunjungsari sang ibu hanya ingin menyenangkan masyarakat dengan karyanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved