Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Riri Riza dan produser Mira Lesamana mengenang kembali awal mula pembuatan film Petualangan Sherina, 23 tahun lalu, yang akhirnya berhasil menjadi film musikal yang fenomenal di Indonesia.
"Film ini bukan hanya jadi film pertama yang berhasil secara box office waktu itu, tapi intinya jadi film yang kemudian bikin saya
yakin bahwa kita bisa bikin film di Indonesia," kenang Riri saat perayaan 23 tahun Petualangan Sherina,, Rabu (14/6).
Setelah membuat film independen Kuldesak pada 1998, Mira bercerita dia bersama Riri memiliki keinginan untuk membuat film yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat, terutama film anak-anak.
Baca juga: Petualangan Sherina 2 Kembali Sajikan Cerita yang Bisa Dikenang
Suatu ketika, Triawan Munaf, ayah dari Sherina Munaf, meminta Mira untuk mendengarkan demo musik dan membuatkan video klip dari lagu yang dibawakan Sherina.
Setelah menyimak demo tersebut, Mira pun sudah mencium bakat yang dimiliki Sherina bahwa karya tersebut akan menjadi sesuatu yang besar.
"Waktu dia (Triawan) telepon saya itu, saya sedang menuju ke bandara karena mau ke Prancis sama Riri. Ternyata pas saya kembali, saya dengerin, 'Ini maksudnya (lagunya) cuma gitu-gitu aja gimana ya, mas? Ini serius banget, Ini bagus banget'," cerita Mira.
Baca juga: Mengenang Perjuangan Menggarap Film Petualangan Sherina
Mira dan Riri sepakat mengerjakan proyek video klip tiga lagu Sherina yaitu Andai Aku Besar Nanti, Pelangiku, dan Kembali ke Sekolah. Setelah itu, keduanya mulai merencanakan pembuatan film musikal yang dibintangi Sherina.
Menurut Mira, saat itu, banyak pihak di industri film yang meragukan prospek bisnis untuk film anak-anak. Namun, duo produser dan sutradara itu tetap bertekad mengerjakan film anak-anak, berbekal rasa percaya terhadap potensi bakat para pemain dan tim yang terlibat.
"Tapi, ya, kami nekad. Kami percaya dengan bakat-bakat yang ada, dengan semangat kami," ujar dia.
Kini 23 tahun setelah Petualangan Sherina dirilis, Mira dan Riri melalui Miles Films kembali menghadirkan beberapa wajah lama dari film tersebut melalui proyek sekuelnya terutama Sherina dan Derby Romero sebagai pemeran utama.
Bekerja sama dengan Base Entertainment, Petualangan Sherina 2 sudah melalui proses syuting dan tengah memasuki tahap pascaproduksi. Sekuel film musikal ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 28 September 2023.
Selain Sherina dan Derby, aktor Mathias Muchus dan Ucie Nurul, yang sebelumnya masing-masing memerankan karakter ayah serta ibu Sherina juga akan kembali tampil di Petualangan Sherina 2.
Bagi Derby, terlibat kembali dalam proyek Petualangan Sherina merupakan pengalaman yang menyenangkan. Apalagi dirinya dan Sherina belum pernah mengerjakan proyek bersama lagi sejak film pertamanya meski keduanya menjalin pertemanan sejak kecil.
"Hari pertama kita syuting saja rasanya kayak ajaib banget, magical banget buat gue pribadi. Wah, sudah 23 tahun yang lalu," ujar Derby.
"Terus tiba-tiba jalan lagi, ketemu sama om Riri dan tante Mira lagi. Yang dulunya mungkin gue masih kecil, kita cuma main-main gitu ngerasanya setiap kali syuting, sekarang tuh beneran syuting," imbuh dia.
Pada Rabu (14/6), tim produksi Petualangan Sherina merayakan hari jadi ke-23 tahun film tersebut. Para penggemar dari sejumlah kota pun turut hadir dan membagikan pengalaman mereka yang tumbuh bersama film tersebut.
Mendengar cerita nostalgia dari para penggemar, Sherina menyampaikan rasa terima kasihnya dan mengungkapkan bahwa dirinya terharu. Dia pun tidak sabar untuk menunjukkan sekuel Petualangan Sherina.
"Baru dengar dua cerita tadi, aku sudah terharu banget. Bahwa Petualangan Sherina bukan hanya sebuah film tapi menjadi bagian dari memori banyak sekali orang-orang di Indonesia," kata Sherina. (Ant/Z-1)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkap film Para Perasuk bukan genre horor, melainkan drama obsesi manusia. Simak jadwal tayang dan daftar pemainnya.
Sutradara Joko Anwar ungkap alasan pilih warna kuning untuk baju tahanan di film Ghost in the Cell sebagai simbol harapan di tengah dunia yang kelam.
Joko Anwar ungkap makna mendalam poster Ghost in the Cell. Visual lubang jadi metafora sistem sosial busuk dan harapan di tengah kengerian.
Sutradara Joko Anwar menekankan pentingnya cerita otentik yang relevan dengan keresahan masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan industri film Indonesia.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved