Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Sidharta Tata resmi merambah layar lebar genre aksi melalui film terbaru berjudul Ikatan Darah. Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Tata menyebut film ini sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
“Saat saya pertama kali membuat film memang tujuan saya adalah untuk membuat film aksi, tetapi tidak pernah terwujud kesempatannya sehingga saya meluapkan keinginan tersebut melalui medium lain, yaitu serial,” jelas Tata dalam konferensi pers perilisan cuplikan dan poster di Plaza Senayan, Rabu (11/03).
Dalam debutnya ini, Tata menekankan pentingnya sistem kedisiplinan yang ketat selama proses produksi.
Ia mengaku banyak belajar mengenai penerapan standar industri film dunia yang diaplikasikan ke dalam konteks perfilman nasional.
“Saya belajar banyak hal soal bagaimana menerapkan sistem kedisiplinan dalam membuat film aksi, bagaimana menerapkan standar Hollywood yang diaplikasikan ke dalam film. Semuanya menjadi pelajaran yang sangat berharga,” ungkapnya.
Transisi dari penyutradaraan berbasis intuisi menuju teknis yang lebih matang turut dibantu oleh aktor laga internasional, Iko Uwais.
Melalui kolaborasi dengan tim Uwais, Tata mulai menerapkan panduan teknis yang tepat, mulai dari persiapan pemain, optimalisasi kecepatan, hingga pengelolaan adegan demi adegan secara mendetail.
Iko Uwais menambahkan bahwa timnya menyiapkan video board sebagai panduan sebelum syuting dimulai guna meminimalisir kendala saat eksekusi adegan laga di lapangan.
“Ada beberapa teknis yang diajarkan oleh Bang Iko yang kemudian saya menemukan bagaimana untuk menjaga energi para pemain,” tambah Tata.
Hal menarik yang menonjol dari Ikatan Darah adalah absennya penggunaan senjata api modern (pistol). Sebagai gantinya, film ini banyak menampilkan penggunaan senjata tajam seperti golok.
Keputusan ini diambil Tata berdasarkan latar belakang budaya dan pengalaman empirisnya sebagai putra daerah.
“Budaya Indonesia di masa saya masih mengenyam dunia yang semacam itu, saya tidak pernah mengenal pistol. Dari apa yang saya lihat berdasarkan pengalaman empiris saya, ya, senjata tajam bagaimanapun bentuknya, bisa golok dan sebagainya,” jelasnya.
Tata juga memberikan ruang bagi para pemain untuk mengeksplorasi karakter mereka secara organik.
Abdurrahman Arif, pemeran tokoh Boris, mengaku diberi kebebasan untuk menyesuaikan kostum dan senjatanya.
“Senjata golok itu pun akhirnya ganti pakai pisau potong rumput,” ungkap Arif.
Senada dengan itu, Teuku Rifnu Wikana yang memerankan karakter Pastor bernama Primbon, menyebutkan adanya riset mendalam bersama tim desain kostum untuk memastikan akurasi penampilan karakternya tanpa meninggalkan estetika film.
Film Ikatan Darah dijadwalkan menyapa penonton di bioskop mulai 30 April 2026. (Z-1)
Para pemain film Gudang Merica berbagi pengalaman syuting yang menantang, mulai dari insiden nyaris jatuh di tebing hingga lokasi rumah sakit tua yang mencekam.
Rizky Inggar dan Bonar Manalu ungkap tantangan perankan suster galak hingga tokoh antagonis di film horor-komedi Gudang Merica yang tayang Mei 2026.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Aktris Shaloom Razade berinisiatif menambah dialog bahasa Belanda demi karakter Isabella di film horor The Bell: Panggilan untuk Mati. Tayang 7 Mei 2026.
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkap film Para Perasuk bukan genre horor, melainkan drama obsesi manusia. Simak jadwal tayang dan daftar pemainnya.
Sutradara Joko Anwar ungkap alasan pilih warna kuning untuk baju tahanan di film Ghost in the Cell sebagai simbol harapan di tengah dunia yang kelam.
Joko Anwar ungkap makna mendalam poster Ghost in the Cell. Visual lubang jadi metafora sistem sosial busuk dan harapan di tengah kengerian.
Sutradara Joko Anwar menekankan pentingnya cerita otentik yang relevan dengan keresahan masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan industri film Indonesia.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved