Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA kenamaan Joko Anwar menegaskan bahwa kekuatan utama film Indonesia terletak pada narasi yang otentik dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Joko merujuk pada sejarah perfilman nasional, ketikatokoh legendaris Usmar Ismail telah meletakkan fondasi penting sejak tahun 1950-an. Menurutnya, keberhasilan film Indonesia selalu bermula dari kekuatan bercerita yang mampu menyentuh keresahan nyata masyarakat.
"Tahun '50 Bapak Usmar Ismail membuktikan bahwa film Indonesia hanya akan bisa dimulai dari kekuatan bercerita yang relevan dengan masyarakat di Indonesia," ujar Joko Anwar, dikutip Senin (6/4).
Indonesia, dengan keberagaman etnik dan suku, dinilai memiliki gudang cerita yang tidak terbatas. Joko menyoroti bahwa kekayaan ini mencakup berbagai genre, termasuk horor yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama. Namun, ia mendorong para sineas untuk lebih berani mengangkat isu-isu yang mencerminkan kondisi riil bangsa.
"Please bikin film yang otentik Indonesia, tentang hal-hal yang menjadi keresahan kita sebagai masyarakat Indonesia," tegasnya.
Ia optimistis Indonesia mampu mengikuti jejak Korea Selatan dalam mengembangkan industri film hingga dikenal di kancah global. Dengan populasi lebih dari 284 juta jiwa, Indonesia memiliki modal pasar yang sangat besar untuk memperkuat ekosistem perfilman domestik.
| Indikator | Capaian |
|---|---|
| Jumlah Penjualan Tiket | 84 Juta Tiket |
| Estimasi Pendapatan Tiket | Mata Uang Rupiah 3,7 Triliun |
| Total Populasi Indonesia | > 284 Juta Jiwa |
Selain kualitas cerita, Joko juga mengapresiasi kehadiran berbagai festival film seperti Jakarta Film Week dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Menurutnya, ajang-ajang seperti ini menjadi katalisator yang membuat ekosistem perfilman nasional semakin solid.
Sejalan dengan semangat perayaan Hari Film Nasional 2026, Lembaga Sensor Film (LSF) turut mengambil peran dengan mengampanyekan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNSM). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tontonan sekaligus mengedukasi masyarakat dalam memilah konten.
Ketua LSF, Naswardi, menyatakan bahwa momentum ini harus dimaknai sebagai upaya kolektif untuk meningkatkan derajat perfilman nasional. "Perayaan Hari Film Nasional dimaknai sebagai upaya untuk terus meningkatkan prestasi dan derajat perfilman nasional baik di tingkat regional, nasional, maupun global," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkap film Para Perasuk bukan genre horor, melainkan drama obsesi manusia. Simak jadwal tayang dan daftar pemainnya.
Sutradara Joko Anwar ungkap alasan pilih warna kuning untuk baju tahanan di film Ghost in the Cell sebagai simbol harapan di tengah dunia yang kelam.
Joko Anwar ungkap makna mendalam poster Ghost in the Cell. Visual lubang jadi metafora sistem sosial busuk dan harapan di tengah kengerian.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Sutradara Joko Anwar mencetak rekor baru sebagai satu-satunya sineas Indonesia yang berhasil mengantarkan tujuh film berturut-turut melewati angka 1 juta penonton.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved