Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGA Dwimas Sasongko menjelaskan alasan dirinya memilih menggunakan senjata asli di film Ben & Jody adalah agar efek senjata yang terlihat tampak lebih nyata.
"Kalau tembakan kita memang pakai practical effect. Jadi nggak ada satu pun yang pakai pistol mainan tuh nggak ada. Jadi pakai peluru hampa beneran supaya sparks-nya tuh gue pengen ketangkep di kamera," jelas Angga saat dijumpai di Jakarta, dikutip Jumat (21/1).
"Karena ini action yang sebenarnya realist ya. Maksudnya setnya realist, jadi gue pengin bikin semuanya tuh tampak nyata dan practical," sambungnya.
Baca juga: Film Ben & Jody Buat Aghniny Haque Belajar Masyarakat Adat
Lebih lanjut, Angga menjelaskan para pemain tidak memiliki banyak waktu untuk latihan menggunakan senjata asli. Namun, Angga pun menyediakan tim dari aparat yang melatih para pemain di lokasi syuting Ben & Jody untuk menggunakan senjata tersebut.
"Sayangnya kita nggak punya waktu banyak untuk latihan sebenarnya. Jadi mereka latihan di lokasi, kebetulan kita punya tim armory yang memang berasal dari aparat, yang memang ngerti senjata. Ya sudah, diajarin nembak," ungkap Angga.
"Sebenarnya menggunakan senjata real tuh bukan hal yang aneh. Banyak yang melakukan itu. Itu juga ada treatment-nya. Intinya sih saya pengin punya film yang kalau bisa practical kenapa harus CGI? Walaupun banyak part-part CGI di sini yang kami pakai juga, tapi hal-hal yang bisa kita kejar secara practical saya penginnya practical," tutup Angga. (Ant/OL-1)
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkap film Para Perasuk bukan genre horor, melainkan drama obsesi manusia. Simak jadwal tayang dan daftar pemainnya.
Sutradara Joko Anwar ungkap alasan pilih warna kuning untuk baju tahanan di film Ghost in the Cell sebagai simbol harapan di tengah dunia yang kelam.
Joko Anwar ungkap makna mendalam poster Ghost in the Cell. Visual lubang jadi metafora sistem sosial busuk dan harapan di tengah kengerian.
Sutradara Joko Anwar menekankan pentingnya cerita otentik yang relevan dengan keresahan masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan industri film Indonesia.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Sutradara Angga Dwimas Sasongko sempat melakukan adegan drift hingga diikat demi memegangi kamera saat syuting.
Masih diperankan oleh Chicco Jerikho dan Rio Dewanto, kali ini dikisahkan kedua karakter tersebut akan berhadapan dengan situasi antara hidup dan mati.
Sutradara Angga Dwimas Sasongko memutuskan untuk melakukan peralihan genre Filosofi Kopi dari drama menjadi laga.
"Ini beda dengan karakter-karakter saya sebelumnya. Sebelumnya kan fighting-fighting aja. Di sini saya jadi belajar akting."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved