Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.139 per Dolar AS

Irvan Sihombing
16/4/2026 17:20
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.139 per Dolar AS
Ilustrasi(Antara)

NILAI tukar rupiah ditutup menguat tipis 4 poin ke level Rp17.139 per dolar AS pada perdagangan Kamis (16/4). Meski optimisme terhadap redanya ketegangan geopolitik AS-Iran memberi napas buatan, ruang penguatan Garuda masih tertahan oleh aksi blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz yang mengancam stabilitas energi global.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange, Muhammad Amru Syifa, menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh optimisme meredanya ketegangan geopolitik menjelang negosiasi putaran kedua antara Amerika Serikat dan Iran.

“Dari sisi global, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS seiring meningkatnya optimisme terhadap meredanya ketegangan geopolitik serta ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif dari Federal Reserve,” ucapnya.

Meski demikian, ruang apresiasi rupiah dinilai masih terbatas karena tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda.

Ketegangan di Selat Hormuz Jadi Perhatian

Di tengah potensi gencatan senjata, laporan menyebut Angkatan Laut Amerika Serikat mulai memblokade lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran sejak 13 April di Selat Hormuz.

Wilayah tersebut mencakup sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, produk petroleum, dan LNG. Kebijakan ini menambah ketidakpastian di pasar energi global.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa blokade tersebut berpotensi mengganggu upaya gencatan senjata antara Teheran dan Washington.

Tekanan Eksternal Masih Membayangi

Amru menambahkan, ketidakpastian arah inflasi global, dinamika harga energi, serta sikap hati-hati investor masih menjadi faktor yang membatasi penguatan rupiah.

Dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia dinilai relatif stabil dengan dukungan cadangan devisa yang memadai dan kebijakan responsif dari Bank Indonesia.

Namun, aliran modal asing yang masih cenderung berhati-hati serta kebutuhan likuiditas dolar AS di pasar domestik turut menahan penguatan rupiah dalam jangka pendek.

JISDOR Justru Melemah

Di sisi lain, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia pada hari ini justru melemah ke level Rp17.142 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.141 per dolar AS.

Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda, meskipun indeks dolar AS berada di level terendah dalam enam pekan terakhir.

“Selain itu, dominasi sentimen global dan preferensi investor terhadap aset safe haven membuat penguatan rupiah cenderung terbatas dan rentan terhadap perubahan arah pasar,” ungkap Amru. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya