Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Memasuki pertengahan April 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terpantau stabil. Berdasarkan pantauan pada Senin (13/4), PT Pertamina (Persero) serta operator swasta seperti Shell, Vivo dan BP belum melakukan penyesuaian harga meskipun terdapat ketegangan geopolitik global antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Dikutip dari laman resmi Pertamina, harga BBM nonsubsidi Pertamax Series dan Pertamina Dex Series masih mempertahankan harga yang berlaku sejak awal Maret 2026. Hal serupa juga terlihat pada SPBU swasta yang masih menggunakan skema harga periode sebelumnya.
Berikut adalah rincian harga BBM di SPBU Pertamina yang berlaku saat ini:
| Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|
| Pertalite (Subsidi) | Rp10.000 |
| Solar (Subsidi) | Rp6.800 |
| Pertamax | Rp12.300 |
| Pertamax Turbo | Rp13.100 |
| Pertamax Green | Rp12.900 |
| Dexlite | Rp14.200 |
| Pertamina Dex | Rp14.500 |
Operator swasta juga terpantau belum mengubah banderol harga mereka sejak 1 Maret 2026. Berikut rinciannya:
| Operator | Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|---|
| Shell | Shell Super | Rp12.390 |
| V-Power Diesel | Rp14.620 | |
| BP | BP 92 | Rp12.390 |
| BP Ultimate | Rp12.920 | |
| BP Ultimate Diesel | Rp14.620 |
Stabilitas harga BBM di tengah konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menunjukkan adanya upaya mitigasi risiko dari para penyedia energi untuk menjaga daya beli masyarakat. Meskipun harga minyak mentah dunia cenderung fluktuatif akibat sentimen perang, penyesuaian harga di tingkat retail domestik masih tertahan.
Seluruh transaksi di SPBU tersebut wajib menggunakan Mata Uang Rupiah. Konsumen diharapkan tetap memantau perkembangan harga secara berkala, mengingat kebijakan harga BBM nonsubsidi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti mekanisme pasar dan kurs Mata Uang Rupiah terhadap dolar AS.
Direktur CELIOS menilai rencana kenaikan harga Pertamax 92 tepat untuk kurangi beban APBN, namun ingatkan risiko migrasi konsumsi ke Pertalite.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menegaskan larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan dinas.
Kenaikan harga BBM dan elpiji non-subsidi menciptakan disparitas harga yang cukup siginifikan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebut harga Pertamax berpotensi naik mengikuti harga minyak dunia, sementara Pertalite dipastikan aman hingga akhir 2026.
Bahlil menjelaskan, pemerintah tidak dapat menahan kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Namun, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa langkah tersebut berisiko terhadap performa hingga keawetan mesin.
enaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak seragam dinilai berpotensi membuat konsumen beralih ke produk yang lebih murah.
Sementara untuk BBM subsidi, lanjut dia, harganya tidak akan dinaikkan sampai harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) mencapai US$100.
Pertamina masih mengevaluasi harga Pertamax dan Pertamax Green, sementara Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex resmi naik sejak 18 April 2026.
HARGA bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali mengalami penyesuaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved