BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir 2026, Purbaya Sebut Anggaran Cukup

Ihfa Firdausya
06/4/2026 16:32
BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir 2026, Purbaya Sebut Anggaran Cukup
ilustrasi.(MI)

GUNA menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli, seperti yang sudah diumumkan pada tanggal 31 Maret yang lalu. Pemerintah menegaskan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sebagai informasi, BBM bersubsidi terdiri dari Pertalite dan solar.

 

"Selama harga minyak tidak lebih dari US$97 per barel secara rata-rata, maka harga BBM ini bisa kita pertahankan sampai bulan Desember tahun ini," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Senin (6/4).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pihaknya sudah menguji ketahanan anggaran dengan harga minyak dunia hingga rata-rata US$100dolar per barel sampai akhir tahun.

Dengan pemotongan dan penghematan di sana sini, katanya, pemerintah memastikan defisit APBN bisa dijaga di sekitar 2,9%. "Jadi ingin menegaskan lagi bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun dan anggaran saya cukup. Kalau kepepet gimana? Misalnya harganya lebih tinggi, tidak terkendali. Selama supply-nya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp420 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau SAL. Kalau kepepet itu masih bisa dipakai," papar Purbaya.

"Tapi rasanya kita ke sana masih jauh karena harga minyak kecil peluangnya bertahan di atas US$100 untuk waktu yang berkepanjangan kalau kita lihat politiknya di Amerika Serikat seperti apa," ujarnya.

Ia pun meminta masyarakat tidak usah khawatir dan berspekulasi bahwa pemerintah bisa kehabisan anggaran. "Gini-gini uangnya banyak, kaya lah. Jadi uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diberikan tadi, tentu ada konsekuensi biayanya ke kami dan kami sudah hitung, cukup," pungkasnya. (Ifa/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya