Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal dengan mewajibkan pengungkapan (disclosure) data pemegang saham di atas 1%, turun dari batas sebelumnya 5%. Komitmen tersebut disampaikan usai BEI melakukan pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), Rabu (11/2).
Pada Rabu, 28 Januari 2026, MSCI mengumumkan pembekuan terhadap setiap peningkatan bobot Indonesia dalam indeks globalnya. Keputusan tersebut diambil menyusul adanya isu transparansi yang menjadi sorotan dalam tata kelola pasar modal Indonesia.
"Tentunya dengan implementasi ini akan lebih meningkatkan transparansi dan integritas pasar kita ke depannya," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/2).
Jeffrey menjelaskan, langkah ini diambil setelah BEI mempelajari masukan dari MSCI sejak Oktober lalu.
"Setelah kita membaca apa yang disampaikan oleh MSCI, sejak bulan Oktober, kami tentu melakukan studi, melakukan kajian bagaimana pengalaman dari bursa-bursa lain yang pernah menghadapi situasi yang mirip seperti ini," tuturnya.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah penerbitan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi, seperti yang telah diterapkan di Hong Kong.
"Kalau ditanya angka 1% itu merujuk ke mana, itu ke India. Kemudian shareholders concentration list itu di Hongkong," ungkap Jeffrey.
Saat ini, BEI masih menyusun metodologi sebelum kebijakan tersebut dipublikasikan.
Ia mengatakan target publikasi direncanakan dalam waktu dekat.
"Mungkin di akhir bulan ini atau awal bulan depan," imbuhnya.
Selain itu, BEI juga menyiapkan rencana aksi lain berupa perluasan klasifikasi data investor menjadi 27 sub-tipe yang akan dibuka ke publik dan MSCI. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi dengan penyajian data investor yang lebih granular.
BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga tengah merevisi Peraturan Nomor I-A dengan menaikkan batas minimum free float (saham publik non-pengendali/afiliasi) dari 7,5% menjadi 15%.
"Sebagai komitmen kita untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar, kami juga tentu melihat best practice yang ada di bursa-bursa global," katanya.
Dari total 956 perusahaan tercatat di pasar modal, Jeffrey menyebut sekitar 268 perusahaan belum memenuhi ketentuan free float minimum 15%. Artinya, sebanyak 688 emiten telah memenuhi ketentuan tersebut.
"Selebihnya itu sudah di atas 15% free floatnya," ujarnya.
Ia menambahkan, dari 268 perusahaan yang belum memenuhi ketentuan free float tersebut, sebanyak 49 perusahaan mewakili sekitar 90 persen kapitalisasi pasar dalam kelompok itu.
Terkait aturan terkait free float saat ini masih dalam proses penyusunan (rule making), sehingga seluruh pemangku kepentingan nantinya akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan sebelum peraturan diberlakukan
"Setelah peraturan itu nanti diberlakukan dan sekarang dalam proses rule making, tentu seluruh stakeholders akan memberikan masukan," ucapnya.
BEI, lanjutnya, akan menyiapkan tahapan pemenuhan aturan bagi perusahaan tercatat. Setiap emiten nantinya akan melalui proses dan tahapan tertentu untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Selain itu, BEI juga telah menyediakan layanan hot desk bagi perusahaan tercatat yang ingin berkonsultasi. Fasilitas ini memungkinkan emiten untuk menghubungi BEI secara langsung guna mendapatkan pendampingan terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam memenuhi ketentuan tersebut.
"Kami tentu berharap seluruh perusahaan bisa tetap tercatat di bursa bertumbuh bersama di pasar modal Indonesia dan memberikan keuntungan optimal untuk seluruh pemegang saham mereka," pungkasnya. (H-3)
MSCI soroti reformasi pasar modal Indonesia. OJK klaim transparansi dan integritas meningkat, jadi sinyal kuat bagi investor global jelang review indeks 2026.
BEI terus menjalin komunikasi dengan MSCI dan investor global. Meski reformasi diakui, MSCI masih menahan kebijakan terhadap Indonesia hingga review Juni 2026.
OJK, BEI, dan KSEI tuntaskan 4 agenda reformasi pasar modal, termasuk kenaikan free float 15% dan transparansi kepemilikan saham di atas 1%.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan sebanyak 15 perusahaan saat ini berada dalam antrean (pipeline) untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering.
Prajogo Pangestu jadi sorotan setelah saham BREN masuk daftar emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi versi BEI, ini dampaknya bagi investor.
IHSG turun 0,99% ke 7.026 pada pekan 30 Maret-2 April 2026. Kapitalisasi pasar BEI menyusut, asing catat net sell Rp33,83 triliun.
IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada Rabu (29/4/2026) berkat aksi bargain hunting dan sentimen global.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
MSCI tunda rebalancing indeks Indonesia ke Juni 2026. Simak analisis dampak potensi outflow dana asing dan urgensi reformasi struktural BEI.
Di saat dunia sudah berpindah ke teknologi kecerdasan buatan (AI) real-time trading, sebagian broker ritel di Indonesia masih bertahan dengan sistem trading saham lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved