15 Perusahaan Antre IPO 2026, Didominasi Emiten Skala Besar

Andhika Prasetyo
11/4/2026 06:59
15 Perusahaan Antre IPO 2026, Didominasi Emiten Skala Besar
ilustrasi(Antara)

 

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan sebanyak 15 perusahaan saat ini berada dalam antrean (pipeline) untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Meningkatnya minat perusahaan untuk melantai di bursa dinilai tidak terlepas dari berbagai upaya reformasi yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia sejak awal tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa hingga saat ini pipeline pencatatan saham masih cukup kuat.

"Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dari total perusahaan tersebut, mayoritas berasal dari kelompok aset besar. Nyoman merinci, sebanyak 11 perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar, sementara empat perusahaan lainnya berada pada kategori aset menengah dengan kisaran Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Klasifikasi tersebut mengacu pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 53/POJK.04/2017.

Dari sisi sektor, antrean IPO di BEI cukup beragam. Sektor kesehatan menjadi yang paling dominan dengan empat perusahaan, diikuti sektor barang konsumen primer sebanyak tiga perusahaan. Selain itu, terdapat dua perusahaan dari sektor barang konsumen non-primer, dua perusahaan sektor infrastruktur, dua perusahaan sektor teknologi, serta masing-masing satu perusahaan dari sektor energi dan keuangan.

Sementara itu, hingga 10 April 2026, tercatat baru satu perusahaan yang telah melaksanakan IPO dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp302,4 miliar. Dengan tambahan tersebut, jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia mencapai 957 emiten, dengan target total 50 IPO sepanjang tahun 2026.

Di sisi lain, aktivitas penghimpunan dana melalui instrumen Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) juga menunjukkan perkembangan signifikan. BEI mencatat terdapat 50 emisi dari 33 penerbit dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp55,20 triliun hingga 10 April 2026.

Nyoman menambahkan, saat ini masih terdapat 40 emisi dari 28 penerbit EBUS yang berada dalam antrean untuk diterbitkan, menandakan aktivitas pasar modal yang tetap bergairah di tengah dinamika ekonomi.

Adapun untuk aksi korporasi berupa rights issue, hingga periode yang sama tercatat tiga perusahaan telah melaksanakannya dengan total nilai mencapai Rp3,75 triliun. Sementara itu, satu perusahaan dari sektor properti saat ini berada dalam antrean untuk melakukan rights issue.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menjadi pilihan strategis bagi perusahaan dalam menghimpun pendanaan, seiring dengan meningkatnya kepercayaan terhadap stabilitas dan prospek ekonomi nasional. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya