BEI Intens Komunikasi ke MSCI, Status Pasar Indonesia masih Menggantung

 Gana Buana
21/4/2026 14:52
BEI Intens Komunikasi ke MSCI, Status Pasar Indonesia masih Menggantung
BEI terus menjalin komunikasi dengan MSCI dan investor global.(MI/Usman Iskandar)

BURSA Efek Indonesia (BEI) mempertegas langkah diplomasi pasar dengan terus membuka jalur komunikasi intensif bersama penyedia indeks global, termasuk MSCI, di tengah sorotan terhadap status pasar modal Indonesia.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa komunikasi dengan MSCI dan investor global bukan sekadar formalitas, melainkan strategi utama untuk memperkuat kredibilitas pasar Indonesia di mata dunia.

“Komunikasi akan terus kami jaga, baik dengan index provider maupun investor global, agar kami mendapat masukan konkret untuk memperkuat pasar ke depan,” ujar Jeffrey di Jakarta, Selasa.

Langkah ini dilakukan setelah MSCI mengakui empat proposal reformasi yang diajukan otoritas Indonesia, termasuk BEI, OJK, dan KSEI. Namun, pengakuan tersebut belum sepenuhnya mengubah penilaian MSCI terhadap kualitas data dan transparansi pasar.

MSCI masih menyoroti sejumlah aspek krusial, mulai dari konsistensi data, cakupan informasi, hingga efektivitas penentuan free float dan tingkat kelayakan investasi (investability).

Di sisi lain, kebijakan pembatasan masih diberlakukan. MSCI tetap menahan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta membekukan penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI). Bahkan, perpindahan saham ke kategori indeks yang lebih tinggi juga masih ditangguhkan.

Tak hanya itu, MSCI juga akan menghapus saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), serta membuka kemungkinan penyesuaian free float berdasarkan data kepemilikan saham minimal 1%.

Menariknya, dalam pembaruan terbaru, MSCI belum menyinggung potensi perubahan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market, isu yang sebelumnya sempat menjadi perhatian pelaku pasar.

BEI sendiri memastikan komunikasi dengan MSCI berjalan rutin, dengan pertemuan terakhir digelar pada 16 April 2026.

Ke depan, arah kebijakan MSCI terhadap Indonesia diperkirakan akan lebih jelas dalam agenda Market Accessibility Review pada Juni 2026, yang berpotensi menjadi titik krusial bagi posisi Indonesia di peta investasi global. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya